Loading
Loading...
Menu BINUS

Accountants & AI: Redesigning Jobs not Replacing People

Selama beberapa tahun terakhir, pemberitaan mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kerap menimbulkan anggapan bahwa profesi akuntan akan tergantikan oleh teknologi. Akan tetapi, dampak nyata AI justru cenderung bersifat konstruktif. AI tidak menghapus kebutuhan terhadap tenaga profesional akuntansi, melainkan mengubah dan memperluas perannya. Akuntan yang sebelumnya banyak berfokus pada pencatatan transaksi secara manual kini semakin berperan sebagai mitra strategis yang memberikan nilai tambah bagi organisasi.

Proyeksi pasar kerja juga mendukung pandangan tersebut. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat atau U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS) memperkirakan bahwa pekerjaan bagi akuntan dan auditor akan meningkat sebesar selama periode hingga . Hal ini terjadi karena, walaupun AI mampu menangani pekerjaan rutin yang mengikuti aturan baku dengan cepat dan akurat, teknologi tersebut belum dapat sepenuhnya menggantikan pertimbangan profesional yang dimiliki manusia.

Kontribusi terbesar AI terletak pada kemampuannya mengurangi pekerjaan administratif yang repetitif. Jung Ho Choi, profesor di Stanford Graduate School of Business, menyebutnya sebagai pengurangan drudgery atau pekerjaan rutin yang melelahkan dalam bidang akuntansi. AI dapat digunakan secara efektif untuk melakukan rekonsiliasi bank, mengklasifikasikan transaksi, mencocokkan faktur, serta mengekstraksi informasi dari berbagai dokumen.

Ketika tugas-tugas berulang tersebut dialihkan kepada sistem otomatis, tim akuntansi dapat bekerja dengan lebih efisien. Riset dari Stanford GSB menunjukkan bahwa organisasi yang menerapkan AI generatif mampu menyelesaikan laporan bulanan rata-rata hari lebih cepat serta mengurangi waktu pemrosesan rutin di fungsi administrasi belakang sebesar . Selain meningkatkan kecepatan, penerapan AI juga memperbaiki kualitas informasi yang dihasilkan. Tingkat kerincian pelaporan meningkat hingga , karena AI dapat mengelompokkan pengeluaran umum ke dalam kategori yang lebih spesifik.

Berkurangnya pekerjaan klerikal memungkinkan akuntan untuk memusatkan perhatian pada aktivitas yang lebih bernilai, seperti menafsirkan data, menyusun proyeksi, mengevaluasi risiko, dan memberikan rekomendasi strategis. Dengan demikian, akuntan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pencatat peristiwa keuangan masa lalu, tetapi juga sebagai mitra bisnis yang mengubah data keuangan menjadi wawasan praktis bagi manajemen.

Transformasi ini justru memperkuat pentingnya kompetensi manusia. Penerapan regulasi yang kompleks, penafsiran substansi dan maksud kontrak—misalnya dalam penerapan ASC 606—penyusunan strategi perpajakan, serta pemberian advis kepada klien memerlukan pertimbangan profesional, kemampuan menilai risiko, dan kualitas hubungan interpersonal. Dalam konteks ini, AI lebih tepat diposisikan sebagai alat pendukung penyusunan pekerjaan atau digital co-pilot, bukan sebagai pengganti tenaga ahli. Akuntan senior tetap berperan penting sebagai pengawas kritis yang menilai keandalan keluaran AI, memverifikasi hasilnya, dan mengambil keputusan ketika tingkat kepercayaan sistem tidak memadai.

Pada akhirnya, perkembangan AI sebaiknya dipahami sebagai pendorong peningkatan kapasitas talenta akuntansi, bukan ancaman terhadap profesi. Dengan mengambil alih pekerjaan pembukuan yang rutin dan membosankan, AI tidak menggantikan akuntan, melainkan memungkinkan mereka menjalankan peran yang lebih analitis, strategis, dan bernilai tinggi.

Referensi:

  • Choi, J. H., & Xie, C. L. (2025). Human + AI in accounting: Early evidence from the field (Working Paper). Stanford Graduate School of Business. https://www.gsb.stanford.edu/faculty-research/working-papers/human-ai-accounting-early-evidence-field
  • Kirby, P., Rexer, J., & Sharma, S. (2025, October). Artificial intelligence, real impact: Labor market implications of AI adoption in South Asia. In South Asia Development Update (Chapter 2, pp. 27–58). World Bank. https://openknowledge.worldbank.org/
  • Knowitol. (2026). How AI changed accounting and what’s next in 2026. Quantum Diligence LLC. https://knowitol.com/future-of-hiring/ai-changed-accounting
  • Legesse, H., & Bicknell, S. (2025, September 18). AI-enhanced requirements traceability using MBSE and large language models for complex systems [Conference presentation]. AI4SE & SE4AI Research Workshop, Washington, DC, United States.
  • Majors, C. (2026, April 15). Will AI replace accountants? What the data actually shows in 2026. Verito Technologies Blog. https://verito.com/blog/will-ai-replace-accountants/
  • Murray, S. (2025, June 26). AI is reshaping accounting jobs by doing the “boring” stuff. Stanford Graduate School of Business Insights. https://www.gsb.stanford.edu/insights/ai-reshaping-accounting-jobs-doing-boring-stuff
  • Myung, D. S. (2026, August 27). Will AI replace accountants? What’s really changing in 2026. DualEntry Blog. https://www.dualentry.com/blog/will-ai-replace-accountants
  • Singh, A. (2025). The Future of Accounting: How AI and automation are changing the profession. International Journal for Multidisciplinary Research, 7(2). https://doi.org/10.36948/ijfmr.2025.v07i02.39838
  • Thomson Reuters. (2025, December 23). A day in the life of the modern auditor using AI. Thomson Reuters Tax & Accounting Blog. https://tax.thomsonreuters.com/blog/a-day-in-the-life-of-the-modern-auditor/
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.