Materi ini menarik karena menjelaskan evolusi tujuan perusahaan yang kini tidak hanya berfokus pada pemegang saham. Kalau kita perhatikan, saat ini laporan keuangan perusahaan tidak hanya berisikan angka, tetapi ada bagian terkhusus mengenai keberlanjutan hingga dampak sosialnya.
Dalam puluhan tahun, bisnis hanya dikenal untuk memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham. Namun, beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan yang sadar akan tanggung jawab bisnisnya kepada stakeholdernya yaitu karyawan, kreditur, pelanggan, masyarakat dan lingkungan sekitar. Perubahan ini merupakan hal yang mendasar dalam cara memahami tata kelola perusahaan.
Perubahan perspektif ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak lagi diukur dari seberapa besar keuntungan yang dihasilkan tetapi juga dituntut untuk mampu menciptakan nilai jangka panjang serta mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan bisnis terhadap berbagai pihak yang juga memiliki kepentingan. Dalam konteks yang saat ini kita bahas, peran dari tata kelola sangat penting dalam mengatur hubungan, peran, serta tanggung jawab antara pemegang saham, komisaris, serta stakeholder lainnya. Tata kelola yang baik membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara pencapaian tujuan bisnis dan pemenuhan tanggung jawab kepada para pemangku kepentingan.
Mengapa bisa terjadi perubahan dari shareholder menuju stakeholder? Salah satu alasannya adalah karena lingkungan bisnis saat ini semakin kompleks dan dampak dari setiap keputusan bisnis semakin meluas, bukan hanya bagi investor tetapi juga karyawan, masyarakat, pelangga, kreditur hingga lingkungan sekitar. Maka dari itu, perusahaan tidak lagi hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga perlu mempertimbangkan berbagai pihak yang dipengaruhi maupun mempengaruhi.
Dalam perspektif shareholder, fokus utama perusahaan adalah memaksimalkan nilai bagi pemegang saham. Hal ini berkaitan dengan agency theory yang menjelaskan potensi konflik antara pemilik (principal) dan manajemen (agent), sehingga diperlukan tata kelola yang memastikan manajemen bertindak transparan dan akuntabel.
Sementara, perspektif stakeholder memperluas pandangan tersebut dengan menekankan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap berbagai pihak yang terlibat atau terdampak oleh aktivitasnya. Maka, tujuan perusahaan tidak hanya menciptakan keuntungan, tetapi juga nilai yang berkelanjutan bagi stakeholder yang lebih luas.
Dalam perubahan ini bukan berarti kepentingan pemegang saham diabaikan, tetapi justru menunjukkan bahwa nilai jangka panjang bagi pemegang saham sangat bergantung pada hubungan yang baik dengan stakeholder. Perusahaan yang memperhatikan karyawan, pelanggan, kreditur, serta dampak sosial dan lingkungan akan memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.
- Dias, C., Pereira, L. F., & Dias, Á. (2026). Stakeholder capitalism: a new perspective on corporate sustainability. Corporate Governance, 1–34. https://doi.org/10.1108/cg-11-2025-0925
- Tata Kelola Perusahaan. (n.d.). https://www.idx.co.id/id/tentang-bei/tata-kelola-perusahaan/
