Loading
Loading...
Menu BINUS

Audit di Era Digital: Kenapa Auditor Kini Harus Paham Cybersecurity (part 2/2)

Tren Global yang Tidak Bisa Diabaikan

Pergeseran ini bukan terjadi secara lokal. Secara global, lanskap audit internal sedang bertransformasi secara dramatis, menuntut auditor untuk beradaptasi dengan risiko-risiko kritis terkait cybersecurity, gangguan digital termasuk AI generatif, dan ketidakpastian geopolitik.

Lebih lanjut, World Economic Forum dalam Global Cybersecurity Outlook 2025 mencatat bahwa 39% organisasi mengidentifikasi kekurangan tenaga ahli sebagai hambatan utama ketahanan siber mereka, sementara hanya 14% yang memiliki talenta yang memadai untuk mencapai tujuan keamanan siber mereka. Kesenjangan ini menciptakan peluang besar bagi auditor yang mau berinvestasi dalam kompetensi siber mereka.

Data analytics pun kini menjadi tulang punggung audit internal modern sehingga memungkinkan auditor mendeteksi anomali, meningkatkan kualitas audit, dan mempercepat efisiensi kerja. Dengan 62% fungsi audit yang berencana meningkatkan investasi di bidang analytics, kemampuan ini tengah menjadi fondasi audit yang andal di era digital.

 

Kompetensi yang Perlu Dibangun

Bagaimana seorang auditor memulai perjalanan ini? Ancaman siber modern jauh lebih canggih dari sekadar email phishing. Auditor internal perlu mampu menilai pertahanan cybersecurity sebuah organisasi, mulai dari risiko ransomware hingga risiko pihak ketiga. Pertanyaan kunci yang harus diajukan mencakup: seberapa kuat kontrol keamanan yang ada?

Dari sisi sertifikasi, beberapa kredensial yang paling relevan bagi auditor digital meliputi Certified Information Systems Auditor (CISA), Certified Information Security Manager (CISM), Certified Ethical Hacker (CEH), dan Certified in Risk and Information Systems Control (CRISC). Sertifikasi-sertifikasi ini memberikan validasi objektif atas kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.

 

Penutup

Auditor masa kini tidak bisa lagi berdiri di balik meja dengan tumpukan dokumen dan menganggap tugasnya selesai. Ketika aset paling berharga perusahaan seperti data keuangan, informasi klien, catatan transaksi, hidup dan bergerak dalam ekosistem digital, maka memahami cara melindungi dan mengaudit ekosistem itu adalah bagian inti dari profesi auditor itu sendiri. Cybersecurity bukan lagi domain eksklusif tim IT. Ia adalah tanggung jawab

bersama dan auditor yang memahami hal ini akan menjadi yang paling relevan, paling dicari, dan paling bernilai di dekade mendatang.

 

Referensi:

  • Deloitte. (2025). Global internal audit hot topics 2025: Risks and opportunities. https://www.deloitte.com/us/en/services/audit-assurance/articles/internal-audit-hot-topics-2025-risks-and-opportunities.html
  • Hammel, J. (2025, April 28). Auditing in the digital age: Challenges and opportunities. https://jeffreyhammel.com/auditing-in-the-digital-age-challenges-and-opportunities/
  • Hyperproof. (2025, April 18). The future of auditing: What to look for in 2025. https://hyperproof.io/resource/the-future-of-auditing-2025/ ISACA. (2024). Six benefits of a cybersecurity audit. https://www.isaca.org/resources/news-and-trends/industry-news/2024/six-benefits-of-a-cybersecurity-audit
  • Becker Professional Education. (2025, October 22). Auditing trends you should know for 2026. https://www.becker.com/blog/cia/auditing-trends-2026
  • ACI Learning. (2025). 5 skills every internal auditor should focus on in 2025. https://www.acilearning.com/blog/5-skills-every-internal-auditor-should-focus-on-in-2025/
  • Cybersecurity Education. (2026, January 13). How to become a cyber security auditor. https://www.cybersecurityeducation.org/careers/security-auditor/
  • IBM Security. (2024). Cost of a data breach report 2024. IBM Corporation.
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.