Sebagai generasi muda penting untuk memiliki pengetahuan dalam mengelola keuangan agar tidak sembarangan dalam menggunakan uang tersebut demi memenuhi keinginan. Seringkali, generasi muda seperti para siswa di Sekolah dan mahasiswa di Perguruan Tinggi selalu berpikir bahwa mereka memiliki orang tua yang selalu siap sedia menyediakan uang saat diperlukan, sehingga kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan menjadi buruk yang menyebabkan pengeluaran sering lebih besar dari pemasukan.

Selain menerima dari orang tua, para generasi muda sering terjebak dalam fenomena yang dikenal FOMO atau Fear of Missing Out yang disebabkan karena rasa kekhawatiran atau rasa takut yang timbul akibat adanya individu lain yang lebih maju atau sukses, sehingga para mahasiswa memiliki keinginan untuk tidak kalah saing dalam menjalani hidup. Contohnya adalah investasi saham. Banyak generasi muda yang terlibat pada kegiatan Investasi saham ataupun crypto yang didasari dari mengikuti teman tanpa memiliki fundamental yang jelas, sehingga selalu tidak mencapai keinginan (Mengalami low return atau rugi) yang membuat mereka menjadi putus asa dan tidak belajar dari keadaan.

Disisi lain, akibat pesatnya kemajuan teknologi yang memudahkan kegiatan transaksi belanja menjadi Go Digital, banyak generasi muda yang senang dengan proses instant yang membuat mereka tidak menyadari telah melakukan pemesanan dalam jumlah besar atau yang terburuknya salah klik link yang mengarahkan mereka kepada Phising atau Malware sebagai bentuk dari kejahatan siber yang meretas dan mencuri data pribadi.

Melihat banyaknya kejadian kecurangan yang telah beradaptasi dengan perkembangan digital dan kurangnya kemampuan literasi keuangan dalam mengelola dan mengatur kondisi keuangan sehari-hari, pemerintah menggalang kegiatan Literasi Keuangan yang ditujukan kepada para mahasiswa sebagai generasi muda, dimana Accounting Program BINUS University merupakan salah satu kampus yang mendapat undangan untuk hadir pada Hari Selasa 19 Mei 2026 di Gedung Dhanapala, Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta. Kegiatan berjalan dengan kondusif yang dikelola secara matang oleh pihak Pemerintah untuk memastikan para mahasiswa tidak terlibat pada Judi Online maupun Pinjaman Online yang mengarahkan mereka kepada kerugian yang lebih besar, khususnya dengan maraknya perkembangan aplikasi dan teknologi yang memudahkan aksesibilitas informasi secara sembarangan. Pemerintah berharap generasi muda tidak terpengaruh secara psikis dalam mempraktikan teknologi untuk sekedar bersenang-senang atau mengharapkan hal instant, melainkan juga memiliki keterampilan dan pola berpikir kritis yang lebih terasah agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan.