Ditengah kemajuan zaman yang semakin cepat mendorong pesatnya perkembangan teknologi sebagai inovasi untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di dunia bisnis. Transisi dari manual menjadi serba otomatisasi menunjukan beragam hal positif yang dihasilkan oleh para pelaku industri serta pergerakan perekonomian yang menjadi lebih cepat dan efektif, seperti berkurangnya potensi delay, human error, Silo Information, pengambilan keputusan yang terlambat dan berdampak kepada para pemegang saham, hingga pemanfaatan waktu yang kurang efisien mengakibatkan laju pertumbuhan bisnis menjadi tidak baik. Penyajian laporan keuangan yang mencerminkan kondisi dan performa pergerakan bisnis turut terintegrasi dengan sistem, yang dengan demikian selain meningkatkan efisiensi waktu juga membantu mencegah terjadinya berkas hilang (Paper based), pencatatan administrasi yang membutuhkan waktu, hingga komunikasi kepada pihak pemangku kepentingan yang dapat di eksekusi dengan cepat melalui tracing secara real-time melalui sistem.

Hal tersebut berdampak pada tim Auditor dalam menjalani investigasi dan pemeriksaan dengan berbasis pada software/aplikasi untuk mempermudah melakukan evaluasi data transaksi yang diterima dengan efektif, melakukan pemetaan skala risiko, bersikap tangkas terhadap situasi kondisi lapangan yang berubah, hingga meningkatkan kemampuan analitik untuk menghasilkan penilaian audit melalui Opini yang menjaga kepercayaan public. Namun, dampak perkembangan teknologi turut menjadi tantangan yang perlu dilakukan pengecekan oleh para pemimpin di Kantor Akuntan Publik dalam mengarahkan karyawan untuk mau mengadopsi sistem, sehingga beberapa penelitian terdahulu dengan bantuan UTAUT Model, TAM, TOE, dan framework lainnya menemukan beberapa hal yang dikaji melalui artikel ini, sebagai berikut:

  1. Adopsi teknologi dipercaya memberikan banyak kemudahan, mulai dari fitur yang mudah dipahami, tampilan UI/UX yang mendukung Auditor dalam menjalani kegiatan Audit, hingga keunggulan lain dalam memecahkan permasalahan yang kompleks menjadi lebih baik serta relevan dalam menunjang penilaian.
  2. Membentuk kolaborasi dengan bagian lain, seperti Financial Auditor dengan IT Audit yang melahirkan perspektif baru sebagai ilmu tambahan untuk meningkatkan kepercayaan publik atas hasil Audit yang dijalankan terhadap perusahaan-perusahaan yang menjadi client. Selain itu, Auditor mengadopsi teknologi juga dihadapi dengan tantangan berupa potensi deskilling yang menurunkan keterampilan dan kemampuan mereka, sehingga Audit Competence perlu tetap dijaga dengan menjaga kewaspadaan dari hasil pengelolaan data yang ditarik secara otomatis dari sistem. Generasi muda melihat dengan mengadopsi sistem tidak perlu dilakukan pengecekan ulang, dimana generasi sebelumnya tetap menuntut adanya analisis terlebih dahulu untuk memastikan data yang digunakan tidak salah.
  3. Selain memberikan keunggulan dan manfaat yang meyakinkan untuk meningkatkan performa individu, Auditor juga mengadopsi apabila didukung oleh kebudayaan lingkungan di kantor yang memadai dengan menyediakan fasilitas dan training secara berkala untuk mengasah kemampuan Auditor dalam melakukan praktik data analytics tanpa menghilangkan nilai esensi dari Audit itu sendiri.
  4. Selain penyediaan fasilitas, penting dari peranan pimpinan maupun kolega untuk menjadi contoh yang memotivasi Auditor untuk mau menggunakan sistem baru.
  5. Dalam menjalani prosesnya, penting bagi perusahaan untuk tidak hanya terfokus kepada minat dan niat Auditor dalam mengadopsi suatu sistem In-House / Vendor dalam menjalani kegiatannya, melainkan perlu dilakukan analisis dan evaluasi hingga hasil Audit. Auditor akan terus mengalami perubahan dan next level serta tidak tergantikan oleh teknologi apabila dari individu tersebut mau berubah dengan dukungan dari rekan maupun pimpinan serta perusahaan itu sendiri.

REFERENSI

  • Sham, r., Aw, e. c.-X., Abdamia, n., & chuah, s. h.-W. (2023). cryptocurrencies have arrived, but are we ready? unveiling cryptocurrency adoption recipes through an seM-fsQcA approach. The Bottom Line, 36(2), 209–233. https://doi.org/10.1108/BL-01-2022-0010
  • Rezaee, Z., & Wang, J. (2019). Relevance of big data to forensic accounting practice and education. Managerial Auditing Journal. https://doi.org/10.1108/MAJ 08-2017-1633
  • Pratama, Fauzan Wahyuabdi, and Erna Fitri Komariyah. “Examining the Auditors’ Acceptance of Big Data Analytics Technology Platform: Evidence from Government Auditors in Indonesia.” The Indonesian Journal of Accounting Research, vol. 26, no. 2, 24 July 2023, pp. 273–302, www.ijar-iaikapd.or.id/index.php/i
  • Wang, D., ozden, M., & tsang, Y. p. (2023). the impact of facilitating conditions on electric vehicle adoption intention in china: An integrated unified theory of acceptance and use of technology model. International Journal of Engineering Business Management, 15, 18479790231224715. https://doi.org/10.1177/18479790231224715
  • Kokina, Julia, et al. “Challenges and Opportunities for Artificial Intelligence in Auditing: Evidence from the Field.” International Journal of Accounting Information Systems, vol. 56, 2025, p. 100734, www.sciencedirect.com/science/article/pii/S146708952 5000107#b0210, https://doi.org/10.1016/j.accinf.2025.100734.
  • M. Maharani, K. Z. Gartiwa, and A. N. Mulyawan, “Enhancing fraud detection based on technology to improve auditor ’ s performance in greater Jakarta area,” vol. 9, no. 7, pp. 1166–1175, 2025, doi: 10.55214/25768484.v9i7.8843.