ESG Assurance Bertransformasi Menjadi Sumber Nilai Strategis bagi Perusahaan Global
KPMG International merilis 2025 ESG Assurance Maturity Index yang menunjukkan bahwa ESG assurance kini tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban kepatuhan regulasi, melainkan sebagai instrumen strategis untuk membangun kepercayaan, menciptakan nilai bisnis, dan meningkatkan ketahanan organisasi. Survei ini melibatkan 1.320 eksekutif senior dan anggota dewan dari berbagai sektor dan wilayah, mewakili perusahaan dengan rata-rata pendapatan tahunan sebesar USD 16,8 miliar. Hasilnya menegaskan bahwa perusahaan semakin merasakan manfaat nyata dari pelaporan dan assurance ESG, meskipun tingkat kesiapan secara keseluruhan masih menghadapi tantangan.
Indeks tersebut mengelompokkan perusahaan ke dalam tiga tingkat kematangan ESG assurance, yaitu Leaders, Advancers, dan Beginners. Kelompok Leaders—25% teratas—mencapai skor rata-rata 65,21 dan dicirikan oleh keterlibatan dewan yang kuat, adopsi teknologi yang maju, serta integrasi ESG ke dalam strategi dan operasi bisnis. Sebaliknya, Beginners masih berada pada tahap awal dengan skor rata-rata 30,54, ditandai oleh tata kelola yang terbatas dan sistem data yang belum matang. Kesenjangan ini menunjukkan urgensi bagi banyak organisasi untuk mempercepat penguatan kapabilitas ESG assurance di tengah meningkatnya tuntutan pemangku kepentingan.
Data juga menunjukkan bahwa perusahaan yang lebih matang dalam ESG assurance, termasuk pelapor CSRD Wave 1 di Uni Eropa, mulai merasakan dampak bisnis yang signifikan. Sebanyak 60% perusahaan dalam kelompok ini memperkirakan peningkatan pangsa pasar atau basis klien, sementara lebih dari separuh responden mengantisipasi peningkatan profitabilitas dan reputasi perusahaan. Menariknya, meskipun terdapat ketidakpastian regulasi global, 74% perusahaan menyatakan bahwa rencana pelaporan keberlanjutan mereka tetap tidak berubah, menandakan bahwa dorongan pasar dan kepercayaan pemangku kepentingan menjadi faktor utama, bukan sekadar tekanan regulasi.
Namun demikian, laporan ini juga menyoroti adanya tantangan dalam penerapan ESG secara operasional. Meskipun sebagian besar dewan perusahaan di kelompok Leaders telah aktif mengidentifikasi risiko dan peluang ESG serta mengambil tindakan nyata, hanya 5% perusahaan yang berhasil menurunkan target ESG secara menyeluruh ke seluruh fungsi operasional dan mengaitkannya dengan sistem pemantauan serta insentif. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi keberlanjutan masih sering berhenti pada tingkat pelaporan, belum sepenuhnya mendorong perubahan strategis dalam cara perusahaan beroperasi.
Secara keseluruhan, 2025 ESG Assurance Maturity Index menegaskan bahwa ESG assurance merupakan sebuah perjalanan jangka panjang yang menuntut komitmen, kejelasan strategi, dan keberanian untuk berubah. Dengan memperkuat tata kelola, meningkatkan kapabilitas
internal, membangun sistem data yang andal, memanfaatkan teknologi digital, serta melibatkan rantai nilai secara lebih luas, perusahaan dapat mempercepat kematangan ESG assurance dan memanfaatkan keberlanjutan sebagai sumber keunggulan kompetitif dan nilai jangka panjang.
Referensi:
- KPMG. (2025). KPMG releases 2025 ESG Assurance Maturity Index: Companies see tangible business value from ESG Assurance. https://kpmg.com/xx/en/media/press-releases/2025/09/companies-sees-tangible-business-value-from-esg-assurance.html
Comments :