ASU 2023-08: How to Account for Crptocurrencies in Financial Statements
ASU 2023‑08 merupakan tonggak penting dalam akuntansi aset kripto karena mengubah model pengukuran dari impairment berbasis biaya historis menjadi pengukuran nilai wajar dengan pengaruh langsung ke laba rugi mulai periode yang dimulai setelah 15 Desember 2024 (efektif 2025 bagi banyak entitas) (FASB, 2023; The CPA Journal, 2024). Sebelum perubahan ini, aset kripto diklasifikasikan sebagai aset takberwujud dan hanya penurunan nilai yang diakui, sedangkan kenaikan nilai tidak tercermin sampai aset dilepas, sehingga dianggap tidak mencerminkan ekonomi aktual pemegang kripto (The CPA Journal, 2024). Melalui ASU 2023‑08, seluruh aset kripto yang masuk ruang lingkup standar diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan menggunakan panduan pengukuran nilai wajar dalam ASC Topic 820, dan selisih nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi berjalan, dengan penyajian terpisah dari aset takberwujud lain di laporan posisi keuangan (FASB, 2023; KPMG, 2024).
Dalam kerangka nilai wajar, entitas wajib mengklasifikasikan aset kripto berdasarkan hierarki nilai wajar tiga tingkat, yang menunjukkan seberapa andal dan seberapa dapat diobservasi input yang digunakan dalam pengukuran (ASC 820; Lukka, 2021). Aset kripto yang diperdagangkan aktif di bursa dengan kuotasi harga pasar yang dapat diobservasi tanpa penyesuaian, seperti Bitcoin dan Ethereum di bursa utama, umumnya diklasifikasikan sebagai Level 1 karena menggunakan harga kuotasi di pasar aktif pada tanggal pelaporan (EY, 2022; Richey May, 2020). Untuk aset kripto yang tidak memiliki pasar aktif tetapi masih bergantung pada input yang dapat diobservasi, misalnya harga dari pasar broker atau harga indeks yang dibangun dari data bursa, pengukuran dapat jatuh pada Level 2, sedangkan token yang sangat tidak likuid, hasil penawaran koin perdana (ICO), atau instrumen derivatif kripto dengan input signifikan yang tidak dapat diobservasi biasanya diklasifikasikan sebagai Level 3 dan memerlukan teknik valuasi berbasis model serta penilaian profesional yang lebih besar (Richey May, 2020; Lukka, 2021). Pengungkapan mengenai hierarki ini menjadi penting karena membantu pengguna laporan keuangan menilai keandalan dan ketidakpastian pengukuran nilai wajar aset kripto.
Perubahan ke pengukuran nilai wajar ini meningkatkan volatilitas laba rugi karena setiap fluktuasi harga pasar kripto langsung tercermin dalam current‑period earnings, sehingga manajemen dan auditor perlu memperkuat proses dan prosedur audit terkait valuasi (The CPA Journal, 2024; KPMG, 2024). Dari sisi audit, area kritis meliputi penentuan pasar utama atau paling menguntungkan, evaluasi apakah sebuah pasar dapat dikategorikan sebagai aktif, pemilihan sumber harga yang kredibel, dan pengujian pengendalian internal atas proses pengumpulan dan konversi data harga ke nilai wajar yang digunakan dalam pembukuan (EY, 2022; Lukka, 2021). Untuk Level 3, auditor perlu menilai kewajaran model valuasi, sensitivitas terhadap asumsi kunci, serta dokumentasi manajemen atas pertimbangan signifikan yang digunakan. Bagi entitas yang secara
material memegang aset kripto, ASU 2023‑08 bukan hanya perubahan teknis akuntansi, tetapi juga menuntut peningkatan tata kelola risiko pasar, transparansi pengungkapan (misalnya nama aset, jumlah unit, dasar biaya, metode penentuan nilai wajar), dan komunikasi yang jelas kepada investor mengenai dampak volatilitas harga kripto terhadap kinerja keuangan dan profil risiko perusahaan (FASB, 2023; The CPA Journal, 2024).
Referensi:
- EY. (2022). Accounting for digital assets and crypto holdings. Ernst & Young Global Limited.
- Financial Accounting Standards Board. (2023). Accounting Standards Update (ASU) 2023‑08, Intangibles—Goodwill and Other—Crypto Assets (Subtopic 350‑60). FASB.
- KPMG. (2024). Fair value measurement of crypto assets under US GAAP. KPMG International.
- Lukka. (2021). Cryptocurrency valuation for financial reporting: Methodology white paper. Lukka, Inc.
- Richey May & Co. (2020). Fair value measurement best practices under ASC 820: Cryptocurrency. Richey May & Co.
- The CPA Journal. (2024). FASB’s new guidance on accounting for crypto assets. The CPA Journal, 94(12), 20–29.
Comments :