3 Kriteria NPV
Dalam dunia Managerial accounting, Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value – NPV) adalah standar emas (gold standard) untuk mengevaluasi kelayakan proyek investasi jangka panjang (capital budgeting). NPV mengukur peningkatan nilai perusahaan jika suatu proyek dilaksanakan, dengan menghitung selisih antara nilai sekarang (present value) dari semua arus kas masuk yang diproyeksikan dan nilai sekarang dari semua arus kas keluar (termasuk investasi awal). Hasil perhitungan NPV secara definitif akan jatuh ke dalam salah satu dari tiga kategori utama: NPV Positif, NPV Negatif, atau NPV Nol. Ketiga kategori ini tidak hanya memberikan indikasi matematis, tetapi juga berfungsi sebagai panduan keputusan yang mutlak, menentukan apakah suatu proyek harus diterima, ditolak, atau dipertimbangkan kembali. Memahami implikasi dari masing-masing kategori ini adalah kunci untuk mengalokasikan modal secara bijaksana dan memaksimalkan kekayaan pemegang saham.
Ketiga kategori NPV memiliki implikasi keputusan yang jelas. Kategori pertama, NPV Positif NPV > 0, adalah hasil yang paling diinginkan. Hasil ini mengindikasikan bahwa proyek tersebut diperkirakan akan menghasilkan pengembalian yang melebihi biaya modal perusahaan, dan lebih penting lagi, proyek ini diproyeksikan akan meningkatkan kekayaan pemegang saham dengan jumlah sebesar nilai NPV positif tersebut. Keputusan investasi pada kategori ini secara umum adalah Diterima.
Kategori kedua adalah NPV Negatif NPV < 0$. Angka negatif menunjukkan bahwa proyek tersebut diperkirakan tidak akan menutup biaya modalnya, sehingga akan mengurangi nilai perusahaan jika dilaksanakan. Keputusan investasi pada kategori ini adalah Ditolak.
Kategori terakhir adalah NPV Nol NPV = 0. Hasil ini mengindikasikan bahwa proyek tersebut diperkirakan hanya akan menghasilkan pengembalian yang persis sama dengan biaya modal perusahaan. Dalam konteks ini, proyek tersebut tidak menambah maupun mengurangi nilai perusahaan. Secara teknis, proyek ini dianggap dapat diterima karena mencapai ambang batas pengembalian minimum, namun dalam praktiknya sering dipertimbangkan kembali atau ditolak demi proyek lain yang menghasilkan NPV positif yang lebih tinggi.
Kesimpulannya, tiga kategori hasil perhitungan Net Present Value (NPV)—positif, negatif, dan nol—adalah fondasi dari pengambilan keputusan investasi yang rasional dalam capital budgeting. Manajer harus secara konsisten berpegangan pada aturan keputusan: terima proyek dengan NPV positif, dan tolak proyek dengan NPV negatif. Dengan mengandalkan NPV, perusahaan memastikan bahwa setiap investasi yang diterima tidak hanya menutupi biaya modal yang mahal tetapi juga secara aktif menciptakan nilai tambah bagi pemiliknya. Oleh karena itu, kemampuan untuk menghitung dan menginterpretasikan ketiga kategori NPV ini adalah keterampilan paling
mendasar yang harus dimiliki oleh setiap pengambil keputusan strategis dalam lingkungan bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai.
Comments :