Rendahnya tingkat literasi keuangan di banyak negara, termasuk Indonesia, membuka ruang yang sangat besar bagi akuntan untuk berperan sebagai trusted advisor bagi individu dan pelaku usaha. Berbagai survei global menunjukkan bahwa lebih dari 50% orang dewasa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar keuangan seperti inflasi, bunga majemuk, dan diversifikasi risiko, serta menghadapi tantangan dalam mengelola utang dan menyiapkan dana pensiun (Lusardi & Mitchell, 2014; OECD, 2020). Di saat yang sama, perkembangan teknologi keuangan (digital finance)—mulai dari dompet digital, online trading, hingga aset kripto—membuat keputusan keuangan menjadi semakin kompleks dan berisiko jika diambil tanpa pengetahuan memadai (World Bank, 2022). Akuntan, dengan latar belakang teknis yang kuat dan kepercayaan publik yang relatif tinggi, berada pada posisi ideal untuk menjembatani kesenjangan ini melalui program edukasi keuangan yang terstruktur dan relevan dengan konteks lokal.

Konten literasi keuangan yang perlu dikembangkan mencakup spektrum topik yang cukup luas, mulai dari penyusunan anggaran (budgeting), strategi menabung dan membangun dana darurat, perencanaan pensiun, dasar‑dasar investasi (hubungan risiko dan imbal hasil, diversifikasi, horizon investasi), perpajakan personal dan bisnis, hingga pemanfaatan produk digital seperti e‑wallet, peer‑to‑peer lending, robo‑advisor, dan investasi daring (Lusardi & Mitchell, 2014; OECD, 2020). Di era platform digital, penting pula memasukkan topik behavioral biases—misalnya FOMO, overconfidence, dan loss aversion—yang sering memicu keputusan impulsif dalam trading saham maupun kripto (Kahneman, 2011; Thaler & Sunstein, 2021). Format penyampaian dapat dibuat berlapis: lokakarya 2–4 jam yang interaktif sebagai pintu masuk, dilanjutkan seri video pendek, artikel blog populer, dan kalkulator daring (misalnya kalkulator cicilan, tabungan pensiun, atau simulasi investasi) yang memudahkan peserta mempraktikkan konsep yang dipelajari (OECD, 2020; World Bank, 2022). Pendekatan multimodal ini membantu menjangkau audiens yang beragam gaya belajarnya dan memungkinkan pengulangan materi di luar sesi tatap muka.

Dari sudut pandang bisnis, inisiatif literasi keuangan dapat menjadi fondasi model layanan advisory yang berkelanjutan bagi kantor akuntan. Program edukasi publik (seminar gratis atau berbiaya rendah) berfungsi sebagai lead generation yang kuat, memperkenalkan firma dan kompetensinya kepada calon klien yang kemudian dapat ditawarkan layanan lanjutan seperti perencanaan keuangan personal, perencanaan pajak, penyusunan anggaran bisnis, atau pendampingan implementasi sistem keuangan digital (AICPA & CPA.com, 2022; Intuit, 2023). Klien yang merasa terbantu dalam pengambilan keputusan keuangan cenderung memiliki loyalitas lebih tinggi, yang berdampak pada client retention dan cross‑selling layanan advisory lainnya. Selain itu, konsistensi dalam memproduksi konten edukatif melalui blog, webinar, dan kanal media sosial memperkuat brand positioning firma sebagai otoritas terpercaya di bidang

keuangan, membedakannya dari penyedia jasa kepatuhan murni yang mudah terkomoditisasi (Thomson Reuters, 2022; Rootworks, 2021). Dengan demikian, literasi keuangan bukan hanya kontribusi sosial, tetapi juga investasi strategis yang memperluas peran akuntan di masa depan dan menciptakan sumber pendapatan baru berbasis pengetahuan.

Referensi:

  • AICPA & CPA.com. (2022). CAS 2.0: The evolution of client advisory services. American Institute of CPAs.
  • Intuit. (2023). The state of CAS: How advisory services are reshaping accounting firms. Intuit Inc.
  • Kahneman, D. (2011). Thinking, fast and slow. Farrar, Straus and Giroux.
  • Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
  • OECD. (2020). OECD/INFE 2020 international survey of adult financial literacy. Organisation for Economic Co-operation and Development.
  • Rootworks. (2021). Building a profitable CAS practice: A step-by-step guide for firms. Rootworks, LLC.
  • Thaler, R. H., & Sunstein, C. R. (2021). Nudge: The final edition. Yale University Press.
  • Thomson Reuters. (2022). Advisory services benchmark report: Profitability and pricing trends in accounting firms. Thomson Reuters Corporation.
  • World Bank. (2022). Global financial literacy and financial inclusion. World Bank Group.