Macam-macam Tipe dari Capital Budgeting Decision
Capital budgeting merupakan sebuah proses pengambilan keputusan yang digunakan oleh perusahaan untuk mengevaluasi dan memilih proyek investasi jangka panjang yang paling menguntungkan. Dari capital budgeting sendiri adalah cara perusahaan menentukan “Apakah kita harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar sekarang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar di masa depan?” Ini seperti merencanakan pengeluaran modal untuk hal-hal yang akan dipakai lebih dari satu tahun, seperti membeli mesin atau membangun gedung baru. Namun capital budgeting sendiri memiliki jenis-jenis pengambilan Keputusan dalam berinvestasi, diantaranya:
1. Screening Decision (Keputusan Penyaringan)
Pada screening decision merupakan tipe yang paling banyak digunakan. Di sini, perusahaan hanya ingin tahu: “Apakah proyek ini memenuhi standar minimal kita?” Proses ini sifatnya seperti seleksi “Lolos atau Gugur”. Proyek tidak dibandingkan satu sama lain, tapi dibandingkan dengan standar perusahaan.
· Cara Kerjanya: Perusahaan menetapkan target minimum (misalnya: Keuntungan harus minimal 10%). Jika proyek A hanya menghasilkan 8%, maka proyek itu langsung ditolak. Jika proyek B menghasilkan 12%, maka proyek itu lolos ke tahap berikutnya.
2. Preference Decision (Keputusan Pemilihan)
Ini adalah tahap kedua. Setelah beberapa proyek lolos dari tahap screening, sekarang saatnya menentukan: “Di antara yang lolos ini, mana yang paling menguntungkan atau terbaik?” Proses ini sifatnya seperti “Ranking atau Pemeringkatan”. Karena uang perusahaan terbatas, mereka harus memilih yang terbaik dari yang baik.
· Cara Kerjanya: Proyek B (untung 12%), Proyek C (untung 15%), dan Proyek D (untung 20%) semuanya lolos screening. Tapi karena dana terbatas, perusahaan harus mengurutkan prioritas dan mungkin hanya mengambil Proyek D karena memberikan keuntungan tertinggi.
Secara garis besar, kombinasi antara Screening Decision dan Preference Decision adalah kunci agar perusahaan tidak sekadar “buang uang”, melainkan benar-benar “menanam modal”. Tahap screening bertugas sebagai penjaga pintu yang memastikan hanya proyek layak yang boleh masuk, sementara tahap preference bertugas sebagai juri yang memilih juara terbaik di antara yang layak tersebut. Dengan disiplin menjalankan kedua tahapan ini, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap rupiah yang
dikeluarkan akan kembali dengan nilai yang lebih besar dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Comments :