Sebelum membahas penganggaran modal, penting untuk memahami bahwa Akuntansi Manajemen (Managerial Accounting) adalah praktik penyediaan informasi keuangan dan non-keuangan kepada para manajer untuk pengambilan keputusan. Tidak seperti akuntansi keuangan yang berfokus pada pelaporan eksternal, akuntansi manajemen berfokus pada kebutuhan internal perusahaan.

Keputusan Penganggaran Modal (Capital Budgeting Decisions) adalah proses yang digunakan manajemen untuk mengevaluasi dan memilih investasi besar dalam aset jangka panjang (disebut juga aset modal atau capital assets).

Aset jangka panjang ini biasanya memiliki dua karakteristik utama:

  1. Membutuhkan investasi awal yang besar.
  2. Diharapkan memberikan manfaat (aliran kas masuk) selama periode waktu yang panjang (lebih dari satu tahun).

Contoh investasi modal:

  • · Pembelian mesin dan peralatan baru.
  • · Pembangunan pabrik atau gedung baru.
  • · Peluncuran lini produk baru yang substansial.
  • · Investasi dalam sistem teknologi informasi skala besar.

Karena sifatnya yang jangka panjang dan memakan biaya besar, keputusan ini adalah salah satu yang paling kritis dalam manajemen keuangan dan akuntansi manajemen. Keputusan yang buruk dapat berdampak negatif pada profitabilitas dan daya saing perusahaan selama bertahun-tahun.

Keputusan Penganggaran Modal adalah tulang punggung perencanaan jangka panjang suatu perusahaan. Akuntansi manajemen memainkan peran kunci dalam menyediakan data aliran kas yang relevan dan memastikan evaluasi proyek dilakukan secara sistematis. Dengan menggunakan metode seperti NPV dan IRR, manajer dapat membuat pilihan investasi yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga mendukung pertumbuhan dan stabilitas jangka panjang perusahaan.

Referensi: