Ketika Penipuan Berevolusi: Tantangan Baru bagi Ketahanan Sistem Perbankan (part 2/2)
Di sisi lain, kecerdasan buatan (AI) telah mengubah dinamika kejahatan finansial. Pesan phishing kini disusun dengan bahasa alami tanpa kesalahan mencolok, sementara teknologi deepfake mampu meniru suara atau wajah seseorang dengan akurasi tinggi. Penipu memanfaatkan sistem otomatis untuk menembus jaringan perbankan, mencari celah sekecil apa pun dalam sistem pengamanan. “Semua bentuk penipuan yang kita kenal kini mendapatkan ‘tenaga super’ dari AI,” kata Avinger.
Dalam situasi ini, banyak bank menghadapi dilema strategis: bagaimana menyeimbangkan investasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan pengalaman pelanggan. Julia Cobb, Senior Manager Risk Advisory di Grant Thornton, menyoroti bahwa banyak institusi baru berinvestasi setelah mengalami kerugian besar. “Kehilangan kepercayaan pelanggan bisa jauh lebih merugikan dibandingkan kerugian finansial itu sendiri,” ujarnya.
Grant Thornton menekankan pentingnya fraud resiliency assessment sebagai langkah konkret untuk memperkuat ketahanan bank. Penilaian ini mencakup evaluasi tata kelola, kecepatan respons, kepemilikan teknologi, dan efektivitas data dalam mengukur risiko. Seperti dijelaskan oleh Graham Tasman, Head of Banking Industry di Grant Thornton Advisors LLC, “Membangun peta jalan eksekusi yang jelas membantu organisasi memahami prioritas dan arah strategis dalam perjalanan kepatuhan mereka.”
Namun, teknologi saja tidak cukup. Kunci keberhasilan pertahanan terhadap penipuan terletak pada budaya organisasi yang sadar risiko dan kolaboratif. Setiap karyawan perlu memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk melindungi nasabah dan menjaga integritas sistem keuangan. Snickles menutup dengan pernyataan tegas: “Tidak ada sistem yang bisa dijalankan lalu ditinggalkan. Keamanan bukanlah fitur, melainkan budaya.”
Dengan membangun budaya kewaspadaan, memperkuat tata kelola, dan melakukan penilaian risiko secara berkelanjutan, bank dapat memperkuat kepercayaan nasabah dan menghadapi era kejahatan digital yang semakin kompleks dengan ketahanan yang tangguh.
Referensi:
- Grant Thornton (2025, October 13). Fraud is changing. Are banks ready? https://www.grantthornton.com/insights/articles/banking/2025/fraud-is-changing-are-banks-ready
Comments :