Berhubungan dengan transaksi, terdapat 2 jenis dalam akuntansi, yakni akrual dan deferal. Kedua istilah tersebut merupakan istilah teknis, sehingga wajar jika banyak orang yang tidak mengetahui atau mungkin tidak dapat membedakan keduanya.

Kedua istilah berbasis istilah dalam bahasa Inggris, yakni Accrual dan Deferral. Kata akrual, dalam bahasa Inggris, didasarkan pada kata accrue, yang artinya menerima. Sedangkan, kata deferal, atau mungkin lebih dikenal sebagai penangguhan, didasarkan atas kata bahasa Inggris defer, yang artinya ditunda. Berdasarkan itu, bisa dilihat bahwa akrual merupakan transaksi yang bersifat menerima, sedangkan untuk deferal merupakan transaksi yang bersifat ditunda. Kedua sifat menunjukkan pada barang & jasa yang terlibat pada transaksi. Oleh karena itu, dalam akrual, menerima barang & jasa yang dipesan namun kas belum dissampaikan, sedangkan deferal merupakan penyampaian barang & jasa yang ditunda setelah kas diterima terlebih dahulu.

Dimulai dulu dari deferal dikarenakan memang lebih mudah secara definisi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, deferal merupakan transaksi di mana barang & jasa ditunda setelah kas disampaikan, sehingga menunjukkan fenomena kas diteruskan sebelum barang & jasa disediakan. Yang termasuk deferal terdapat akun seperti beban dibayar di muka. Dalam beban dibayar di muka, bisa dilihat bahwa transaksi terjadi kemudian, setelah terjadinya pembayaran kas yang telah disepakati antara kedua pihak. Biasanya jika terdapat beban dibayar di muka antara penyedia barang dengan pelanggannya, ditentukan dalam sebuah perjanjian tertulis, atau mungkin secara lebih sederhana sebuah pemesanan. Menghadapi transaksi tersebut, sebagai contoh, perusahaan akan menggunakan jasa tersebut secara periodik, mungkin setiap bulan dan perjanjian selama 1 tahun. Jadi untuk setiap bulan akan dicatat jurnal penyesuaian dengan nilai yang sesuai.

Dengan telah dipahami deferal merupakan biaya dibayar di muka, di mana pembayaran terjadi sebelum jasa dan/atau barang disediakan, bisa diingatkan bahwa lawan dari jenis transaksi tersebut adalah lawannya, yakni pembayaran yang terjadi setelah jasa dan/atau barang disediakan, yang disebut sebagai akrual. Seperti yang telah disebutkan juga sebelumnya, akrual didasarkan atas kata accrue yang berarti bertambah, dan dalam konteks ini menunjukkan pada barang & jasanya. Dengan barang & jasa diterima namun kas belum disampaikan, maka ada kewajiban yang harus dipenuhi pihak yang telah barang & jasa untuk membayar kas seperti yang telah dijanjikan antara kedua pihak.

Disimpulkan bahwa antara akrual dan deferal, yang menjadi perbedaannya merupakan waktu terjadinya alur barang & jasa. Jika barang & jasa disampaikan sebelum kas dibayarkan, maka transaksi tersebut merupakan transaksi jenis akrual, dan sebaliknya, di mana jika barang & jasa disediakan setelah kas dibayarkan, maka transaksi tersebut merupakan transaksi jenis deferal.

Referensi:

  • Weygandt, J. J., Kimmel, P. D., & Kieso, D. E. (2015). The Basics of Adjusting Entries. In M. McDonald, E. Brislin, & C. Luzzi (Eds.), Financial Accounting: IFRS (3rd ed., pp. 104–118). John Wliey & Sons.

Image Sources: Google Images