Author: Jonathan Theodore Kesuma

Tak bisa dipungkiri bahwa apapun jenis bidang bisnis yang Anda tekuni, keberadaan seorang pemegang pembukuan keuangan dan akuntan sangatlah penting. Sebab, baik itu pembukuan keuangan dan akuntansi, keduanya memang saling berkaitan antara satu sama lain. Tanpa kehadiran akuntansi dan pembukuan keuangan yang tertata rapi dan sesuai sistematika, maka bisnis yang dikelola tidak mungkin bisa bertahan dalam jangka panjang.

Apabila tidak ada seorang pemegang pembukuan keuangan dan akuntan, maka bisnis yang Anda kelola tidak akan mempunyai catatan transaksi yang jelas, sulit dalam menentukan keuntungan, pengelolaan modal yang tidak terstruktur, tidak mempunyai basis di mana persediaan serta investasi akan dihargai, hingga dapat meningkatkan faktor risiko kerugian material ataupun non material terhadap perusahaan.

Untuk orang yang awam mengenai hal tersebut, tentu akan menganggap bahwa pemegang pembukuan keuangan dan akuntan dianggap  satu orang yang sama, padahal hal tersebut sangatlah keliru. Pemegang pembukuan keuangan hanya bertugas dalam bertanggung jawab atas pencatatan transaksi keuangan. Di sisi lain, seorang akuntanlah yang bertanggung jawab dalam menafsirkan, menganalisis, mengklasifikasikan, melaporkan, dan meringkas data keuangan pada perusahaan. Kesimpulannya, pemegang pembukuan tidak melibatkan skill untuk menafsirkan dan menganalisis data. Supaya Anda tidak keliru, berikut ini adalah perbedaan antara pemegang pembukuan keuangan dan akuntan, diantaranya:

  1. Proses keuangan bisnis

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa pembukuan adalah proses pencatatan transaksi keuangan, yang mana proses inilah yang menjadi bagian awal dan dasar dari sebuah proses akuntansi. Dengan terdapatnya pencatatan dan analisis yang baik dalam perusahaan tersebut, maka bukti transaksi bisnis bisa diketahui apakah masuk dalam kategori kredit atau debet.

Sedangkan seorang akuntan yang melakukan proses keuangan bisnis yang membutuhkan seni atau skill supaya mampu mencatat transaksi secara sistematis dengan adanya bantuan laporan keuangan entitas, audit internal, dan pemeriksaan pajak yang dilakukan pada akhir tahun buku demi menjaga keseimbangan laporan keuangan berdasarkan SA (Standar Akuntansi).

  1. Tanggung jawab pemegang pembukuan keuangan dan akuntan

Jika Anda adalah seorang pelaku bisnis jual beli online yang masih tergolong awam dengan adanya proses keuangan yang harus diselesaikan, apakah yang harus anda lakukan terlebih dahulu yaitu memahami perbedaan antara peran dari pemegang pembukuan keuangan dan akuntan itu sendiri. Jika dilihat dari tanggung jawab dan tugasnya, pemegang pembukuan keuangan yang bertugas mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis setiap harinya. Biasanya, seseorang yang berada di posisi ini tidak akan memperoleh gaji yang lebih banyak dari seorang akuntan. Namun sebagai seorang pemegang pembukuan keuangan harus mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi dalam mengerjakan tugasnya.

Sementara seorang akuntan yang bertugas menganalisis transaksi keuangan perusahaan dalam laporan keuangan serta laporan bisnis dengan mengikuti prinsip, standar, dan juga persyaratan akuntansi.

  1. Pemegang pembukuan keuangan dan akuntan, kadang bisnis baru

Laporan keuangan bisa dibaca oleh pengguna setelah proses audit, sehingga baru akan terlihat kinerja dan posisi bisnis untuk periode tertentu. Pengguna laporan keuangan melingkupi semua pemegang kepentingan seperti debitur, kreditur, investor, pemegang saham serta pegawai. Dengan begitu, seorang akuntan yang menangani seluruh bagian dari proses akuntansi, sedangkan pemegang pembukuan keuangan yang bertugas dalam menangani bagian rekaman dari proses akuntansi.

Bibliography

Perbedaan Akuntan dan Pemegang Pembukuan Keuangan. (2018, May 31). Retrieved from: https://sleekr.co/blog/perbedaan-akuntan-dan-pemegang-pembukuan-keuangan/

Kristiani, Wahyu. 2012. Analisis Pengaruh Efektivitas Teknologi Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Individual. Jurnal Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.

Fulfully., Metadata, Shella Zahar. (2017). Pengaruh Good Government Governance Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus Pada Bagian Staf Tata Usaha, Staf Pencatatan Asset Dan Pembukuan Laporan Keuangan di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di Kabupaten Bandung Barat). Bandung. Univesitas Widyatama.

Image Sources: Google Image

JTK

Â