Loading
Loading...
Menu BINUS

Fear of Missing Out dan Belanja Online: Kenapa Checkout Duluan, Mikir Belakangan?

Apakah kalian membeli suatu barang demi tidak melewatkan sebuah promosi dan kemudian menyesal atas keputusannya setelah menerimanya? Perilaku seperti ini berhubungan dengan FOMO (Fear of Missing Out) yang berarti seseorang takut tertinggal dari tren,diskon dan hal-hal lain yang dibicarakan. Belanja online membuat orang merasakan FOMO dengan sangat mudah karena promosi yang terbatas dan konten influencer yang terus muncul di layar kalian, membuat keputusan secara impulsif tanpa berpikir terlebih dahulu.

Terdapat beberapa hasil penelitian menarik di Indonesia:

  • FOMO mendorong pembelian impulsif. Di antara perwakilan Generasi Z di Lombok FOMO dan motivasi hedonistik secara positif mempengaruhi pembelian impulsif melalui e-commerce.
  • Konten berperan. Di antara 405 pelanggan TikTok Shop dari Jakarta yang membeli produk perawatan kulit terdapat pengaruh FOMO dan pemasaran konten terhadap impulsivitas dan meningkatkan impulsivitas tersebut. Pemasaran konten memainkan peran yang lebih signifikan.
  • Kendali diri membantu. Di antara 222 anggota Generasi Z yang menggunakan TikTok Shop di Surabaya terdapat hubungan positif antara FOMO dan pembelian impulsif, hubungan negatif antara FOMO dan kendali diri dan kendali diri berperan sebagai perantara antara keduanya.
  • Materialisme memainkan peran terbesar. Di antara 217 mahasiswa di Malang baik FOMO dan materialisme meningkatkan pembelian impulsif. Materialisme merupakan prediktor terkuat sementara kendali diri mengurangi hal tersebut.

Dalam kasus ini checkout kalian pertama kali bukan hanya karena kekurangan uang tetapi ini adalah dorongan psikologis kalian. Berdasarkan penelitian, dapat diambil Kesimpulan bahwa semakin berkembang kendali diri kalian semakin kecil kemungkinan kalian akan menyerah pada godaan promosi dan konten.

Tips praktis: Ambil waktu 24 jam untuk berpikir apakah kalian akan membayar sesuatu, simpan barang tersebut di keranjang belanja. Kemudian, tanyakan pada diri kalian apakah kalian benar benar membutuhkannya, dan tetapkan batas anggaran bulanan untuk berbelanja.

Sumber

  • Aresti, N. G., Kristofani, A., & Miller, D. A. (2026). Fear of missing out and digital content marketing as drivers of impulse buying in social commerce platforms. Ilomata International Journal of Social Science, 7(2). https://doi.org/10.61194/ijss.v7i2.2084
  • Choirunnisa, P. A., & Solekah, N. A. (2026). Impulse purchase decision in digital payment: Examining FOMO, materialism, self-control. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 10(2). https://doi.org/10.31955/mea.v10i2.7644
  • Soleha, S. R., & Junaidi. (2024). Pengaruh fear of missing out (FOMO) dan hedonic shopping motivation terhadap impulse buying di e-commerce (Studi pada Generasi Z Lombok). ALEXANDRIA (Journal of Economics, Business, & Entrepreneurship), 5(Special Issue). https://doi.org/10.29303/alexandria.v5iSpecialIssue.604
  • Virna, M. D. O., Arifiana, I. Y., & Efendy, M. (2026). Fear of missing out and online impulsive buying among Generation Z: The mediating role of self-control. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 13(1). https://doi.org/10.35891/rjbdf749
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.