Loading
Loading...
Menu BINUS

Kelebihan dan Kekurangan Absorption Costing dalam Akuntansi

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian dari absorption costing itu sendiri apa, jadi pada artikel kali ini kita akan membahas lebih dalam apa saja kelebihan dan kekurangan serta dampaknya.

Kelebihan Absorption Costing

Beberapa kelebihan absorption costing antara lain:

· Memasukkan seluruh biaya produksi ke dalam biaya produk, termasuk biaya overhead tetap.

· Membantu menentukan harga jual, karena perusahaan dapat mengetahui total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk.

· Membantu menghitung nilai persediaan secara lebih lengkap karena seluruh biaya produksi diperhitungkan.

· Sesuai untuk pelaporan keuangan, karena metode ini memperhitungkan seluruh biaya produksi dalam menentukan biaya produk.

 

Kekurangan Absorption Costing

Selain memiliki kelebihan, absorption costing juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

· Dapat mendorong produksi berlebihan, karena semakin banyak produk yang dibuat, semakin banyak biaya overhead tetap yang masuk ke persediaan.

· Persediaan dapat menumpuk jika jumlah produksi tidak disesuaikan dengan permintaan pasar.

· Kurang membantu untuk beberapa keputusan internal, karena tidak menunjukkan biaya variabel secara langsung seperti variable costing.

· Laba dapat terlihat lebih tinggi ketika produksi meningkat tetapi produk belum terjual, karena sebagian biaya overhead tetap masih terdapat dalam nilai persediaan.

Dampak Absorption Costing:

Absorption costing tidak hanya digunakan untuk mencatat biaya, tetapi juga dapat membantu perusahaan dalam menentukan strategi bisnis. Perusahaan dapat menggunakan metode ini untuk menetapkan harga yang dapat menutupi seluruh biaya produksi. Namun, jika perusahaan terlalu fokus meningkatkan produksi, persediaan barang bisa menumpuk. Karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan jumlah produksi dengan permintaan pasar. Dengan memahami biaya dan mengatur persediaan dengan baik, perusahaan dapat menghadapi perubahan permintaan dan persaingan dengan lebih baik.

Kesimpulan:

Absorption costing merupakan metode yang dapat membantu perusahaan untuk menghitung biaya produksi dengan memasukkan seluruh biaya produksi, termasuk biaya overhead tetap. Metode ini sangat bermanfaat dalam menentukan harga jual, menghitung nilai persediaan, dan memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan. Akan tetapi, penggunaan metode ini juga memiliki risiko jika perusahaan terlalu fokus untuk meningkatkan produksi tanpa memperhatikan permintaan pasar. Produksi yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan persediaan menumpuk dan membuat laba terlihat tinggi dari kondisi sebenarnya. Oleh karena itu, perusahaan perlu menggunakan absorption costing secara tepat dan mempertimbangkan informasi penjualan serta permintaan dari konsumen. Sehingga metode ini tidak hanya membantu pencatatan biaya, tetapi dapat mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.

 

Referensi:

  • https://akuntansiubaya.id/kabar/absorption-costing-vs-variable-costing-mana-yang-sebaiknya-digunakan
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.