Loading
Loading...
Menu BINUS

Capital Expenditure (CAPEX): Mengapa Investasi Besar Belum Tentu Menghasilkan Keuntungan Besar?

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak hanya mengeluarkan biaya untuk kegiatan operasional sehari-hari. Perusahaan juga perlu melakukan investasi untuk mendukung kegiatan usaha dalam jangka panjang, misalnya membeli mesin baru, membangun pabrik, memperluas fasilitas produksi, atau mengganti peralatan yang sudah tidak lagi memadai. Pengeluaran untuk kebutuhan tersebut dikenal sebagai Capital Expenditure (CAPEX).

CAPEX merupakan pengeluaran perusahaan untuk memperoleh, memperbarui, atau meningkatkan aset tetap yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Berbeda dengan biaya operasional yang manfaatnya umumnya digunakan dalam periode berjalan, CAPEX bertujuan untuk mendukung kapasitas dan kegiatan perusahaan di masa mendatang.

Tujuan dari perusahaan untuk melakukan CAPEX yaitu karena mengharapkan adanya manfaat di masa depan. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur yang membeli mesin dengan teknologi yang lebih modern berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi, mengurangi waktu produksi, atau membuat proses produksi menjadi lebih efisien.

Dengan adanya aset baru, perusahaan memiliki peluang untuk menghasilkan lebih banyak produk yang berkualitas. Jika aset tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, maka investasi tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan keuntungan perusahaan.

Dalam penerapannya ada hal yang perlu diperhatian yaitu besarnya CAPEX tidak otomatis menunjukkan bahwa perusahaan akan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Investasi yang besar hanya menunjukkan bahwa perusahaan mengeluarkan dana yang besar untuk aset jangka panjang. Hasil dari investasi tersebut masih belum terlihat dan bergantung pada bagaimana aset digunakan dan dikelola.

Manfaat dari CAPEX tidak selalu dapat dirasakan secara langsung. Ketika perusahaan membeli mesin baru atau membangun fasilitas produksi, aset tersebut mungkin membutuhkan waktu sebelum dapat digunakan secara penuh. Perusahaan juga perlu menyesuaikan proses produksi, tenaga kerja, teknologi, maupun sistem operasional dengan aset baru tersebut.

Efektivitas CAPEX juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti efisiensi operasional, pertumbuhan penjualan, struktur pendanaan, kondisi pasar, serta kemampuan manajemen dalam mengelola aset. Maka cara kerja CAPEX tidak dapat dilihat hanya dari seberapa besar dana yang dikeluarkan, tetapi juga dari seberapa efektif investasi tersebut digunakan untuk menghasilkan manfaat ekonomi.

Referensi:

  • Firnanda, A. C., Nurhaliza, S., Jasmine, N., Devenalia, B., & Oktavia, C. E. (2026). Evaluasi Capital Expenditure (CAPEX) terhadap Kinerja Keuangan: Studi pada Perusahaan Manufaktur
  • yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2021-2025. Jurnal Akuntansi Manajemen Dan Perencanaan Kebijakan, 4(1), 21–30. https://doi.org/10.47134/jampk.v4i1.1246
  • Kalungan, T. R., Ilat, V., & Gamaliel, H. (2017). PERLAKUAN AKUNTANSI CAPITAL EXPENDITURE DAN REVENUE EXPENDITURE PADA PT. PUTRA KARANGETANG. GOING CONCERN JURNAL RISET AKUNTANSI, 12(2). https://doi.org/10.32400/gc.12.2.18531.2017
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.