Menurut accurate.id, absorption costing atau biaya penyerapan adalah salah satu metode yang mampu membantu perusahaan dalam menilai biaya produksi dan biaya penjualan dengan cara memasukkan biaya overhead. Melalui metode ini, perusahaan akan jadi bisa menentukan biaya produksi dan biaya penjualan yang tepat dalam menilai profitabilitas.
Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang terkait dengan tingkat produksi perusahaan sering juga diartikan sebagai metode akuntansi biaya yang hanya memasukkan biaya-biaya yang berubah seiring dengan perubahan volume produksi ke dalam harga pokok penjualan (HPP).
Perbandingan Absorption Costing dan Variable Costing
Perbedaan utama antara absorption costing dan variable costing terletak pada bagaimana biaya overhead tetap diperlakukan.
Variable costing sering lebih dipilih untuk pengambilan keputusan internal karena menunjukkan biaya tambahan yang timbul dari kegiatan produksi. Sementara itu, absorption costing penting untuk pelaporan keuangan karena mengalokasikan biaya produksi ke produk sehingga biaya dapat diakui sejalan dengan pendapatan yang dihasilkan.
Kesimpulan
Absorption costing dan variable costing memiliki perbedaan dalam perlakuan biaya produksi. Absorption costing memasukkan biaya overhead tetap ke dalam biaya
produksi, sedangkan variable costing hanya memasukkan biaya yang berubah sesuai volume produksi. Absorption costing lebih banyak digunakan untuk pelaporan keuangan, sementara variable costing membantu pengambilan keputusan internal. Dengan memahami perbedaannya, perusahaan dapat memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan.
Referensi:
- https://accurate.id/akuntansi/absorption-costing/
- https://www.mokapos.com/blog/variable-costing-adalah
- https://www.investopedia.com/terms/a/absorptioncosting.asp
- https://www.jurnal.id/id/blog/cara-menghitung-variable-costing-pada-usaha-adalah-berikut/
- https://kasirpintar.co.id/solusi/detail/mengenal-variable-costing-pengertian-fungsi-dalam-bisnis-dan-contoh-perhitungannya

