Meskipun sudah diterbitkan berbagai standar terhadap format laporan keuangan, ketentuan atau teknik penghitungan valuasi aset, pertimbangan penghapusan piutang tidak tertagih dan lain-lainnya, masih terdapat berbagai aspek dalam laporan keuangan yang belum juga terstandardidasi. Salah satu contoh dari tidak adanya standardisasi tersebut ada laporan laba rugi. Masih banyak perusahaan yang tidak menerbitkan atau mengungkapkan secara eksplisit operating income yang sebenarnya dapat membantu para pengguna laporan keuangan dalam menilai performa efisiensi beban terhadap pendapatan. Maka oleh karena itu ditetapkan beberapa ketentuan umum untuk membentuk sebuah format yang konsisten di antara semua yang menerbitkan laporan keuangan untuk dapat lebih mudah melakukan komparasi.
Dari inti perubahan standar tersebut, terdapat beberapa aspek yang diwajibkan dan harus tertera pada laporan laba rugi. Untuk klasifikasi pendapatan dan beban, umumnya disesuaikan berdasarkan format multiple step ditambahkan dengan pajak penghasilan serta operasi yang dihentikan. Namun sekarang kedua klasifikasi tersebut bertambah kategori operasi, investasi, dan pendaaan sehingga serupa dengan laporan arus kas. Selain itu perlu juga ada penjumlahan yang diwajibkan, yakni laba operasional dan laba sebelum pendanaan dan pajak penghasilan yang dapat dibilang merupakan sebuah penjumlahan tambahan sebelum laba sebelum pajak atau Earnings Before Tax.
Berbagai tujuan dan fungsi yang dicapai dari format baru laporan laba rugi yang ditetapkan oleh PSAK 118 atau IFRS 18. Informasi yang disampaikan dari perusahaan memang relevan terhadap investor dalam hal performa keuangan, namun tidak terdapat disiplin atas transparansi yang lebih menyeluruh sehingga perlu distandardisasikan. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada laporan laba rugi, namun pada laporan arus kas pun memiliki titik awal yang berbeda. Ada perusahaan yang bermula dari laba atau rugi bersih, dari laba atau rugi operasi, laba sebelum pajak, atau total lainnya. Oleh karena itu di sini pun diperlukan standardisasi supaya lebih mudah untuk dilakukan komparasi. Dengan struktur laporan keuangan yang lebih baku, maka pengguna laporan keuangan dapat mendapatkan tinjauan performa yang lebih baik serta informasi yang dapat dianggap material dalam penentuan keputusan.
Referensi:
- IFRS Foundation. (2025, April). IFRS 18 Presentation and disclosure in financial statements. https://www.ifrs.org/issued-standards/list-of-standards/ifrs-18-presentation-and-disclosure-in-financial-statements/
- Ikatan Akuntan Indonesia [IAI]. (2025, June 18). PENGESAHAN PSAK 118: PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN KEUANGAN. IAI. Retrieved August 31,
- 2026, from https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/pengesahan_psak_118_penyajian_dan_pengungkapan_dalam_laporan_keuangan#gsc.tab=0
