Loading
Loading...
Menu BINUS

Pentingnya Financial Literacy Bagi Individu dan Pengelola Usaha Indonesia

Dalam menjalani kehidupan tentu setiap orang memiliki tujuan yang ingin dicapai, dimana hal tersebut membutuhkan uang. Uang penting untuk meneruskan kehidupan dan segalanya membutuhkan uang walaupun uang bukan segalanya. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukan bahwa kemapuan literasi keuangan dan inklusi keuangan di Indonesia mengalami sedikit perkembangan dengan posisi saat ini disekitar 65 – 68%. Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam mengatur keuangan yang dimiliki untuk mencapai hal yang dituju secara efektif dengan pengelolaan dan perencanaan yang matang. Sedangkan, inklusi keuangan merupakan ketersediaan produk untuk mendukung mekanisme pembayaran dan penggunaan keuangan di Indonesia, seperti kehadiran QRis dan teknologi lainnya untuk menunjang kinerja transaksi keuangan yang menjadi lebih cepat dan terjangkau.

Namun, pengelolaan keuangan yang dijalankan oleh individu ataupun pemilik UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) masih banyak ditemukan kekurangan, dimana khususnya pada pemilik UMKM masih banyak melakukan penggabungan sistem penerimaan keuangan dari kegiatan operasional serta pengeluaran untuk mendukung bisnis yang masih bercampur dengan rekening pribadi, sehingga pengeluaran pribadi juga menggunakan dari penghasilan bisnis. Selain itu, semakin besar pemasukan yang diperoleh (Berdasarkan dari gaji di perusahaan atau dari kegiatan penjualan di bisnis yang dijalani) seringkali diikuti dengan tingkat pengeluaran yang turut mengalami perkembangan. Terakhir, ditemukan pengelola bisnis masih sering tidak melakukan pencatatan pada pembukuan atau di jurnal secara konsisten.

Dengan melakukan literasi keuangan, hal tersebut secara utama diharapkan dapat meminimalisir potensi terjadinya sandwich generation yang memberikan efek domino ke generasi selanjutnya untuk bekerja keras menanggung beban orang tua dan saudaranya akibat dari ketidakmampuan orang tua dalam mengelola keuangan. Selain itu, dapat mendukung kehidupan di masa mendatang melalui investasi yang dilakukan dengan penambahan asset serta dana darurat agar dapat dilakukan pengeluarannya untuk kegiatan yang tidak terduga tanpa menggunakan dana utama.

Maka, pada Hari Kamis 20 Agustus 2026 dilaksanakan Workshop yang bertajuk Kewirausahaan Cerdas di Era AI yang diselenggarakan oleh GREAT NUSA (BINUS) bersama dengan Prudential terhadap para peserta dari BPKK Bekasi, dimana Bapak Archie Nathanael Mulyawan, M.Ak, Cert.DA, CBDE, CTA, ACPA menjadi narasumber yang membawakan kegiatan training kepada para pelaku UMKM dan individu untuk lebih menguasai manajemen pengelolaan keuangan yang diperkuat dengan sistem pencatatan yang memadai. Selain itu, pengelolaan manajemen keuangan dapat didukung dengan penerapan Artificial Intelligence (AI) yang menjadi support tools untuk berkolaborasi kepada pemilik bisnis dalam menyalurkan pengeluaran keuangan dengan skala % yang relevan kepada penjualan yang diperoleh. AI memiliki peranan penting untuk mempercepat proses analisis yang tidak hanya sekedar membuat budget, melainkan membantu mengeksplorasi insight yang tersembunyi untuk menjadi pengetahuan tambahan bagi pemilik bisnis untuk membangun strategi kedepan. Acara diikuti secara antusias oleh bapak ibu pemilik UMKM dan dalam hal tersebut terlihat bahwa UMKM Indonesia telah mengalami kenaikan kelas yang telah menggunakan AI untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.