Tujuan utama diagnostic analytics dalam accounting adalah mengubah temuan keuangan menjadi penjelasan yang dapat ditindaklanjuti. Laporan mungkin menunjukkan adanya masalah, tetapi keputusan perbaikan baru dapat dirancang setelah penyebab masalah tersebut dipahami. Namun diagnostic analytics dapat membantu fungsi accounting dalam beberapa hal, terutama pada hal berikut:
- Menjelaskan varians keuangan
Diagnostic analytics dapat digunakan untuk menjelaskan selisih antara nilai aktual dengan anggaran, forecast, periode sebelumnya, atau target perusahaan. Analisis tidak berhenti pada besarnya varians, tetapi mengidentifikasi akun, unit kerja, produk, vendor, dan transaksi yang paling berkontribusi terhadap selisih tersebut.
- Mengidentifikasi kesalahan pencatatan
Perubahan saldo yang tidak wajar dapat disebabkan oleh jurnal ganda, salah klasifikasi akun, penggunaan periode yang tidak tepat, reversal yang belum diproses, atau kesalahan mata uang. Diagnostic analytics membantu accounting menelusuri perubahan dari laporan agregat sampai ke tingkat transaksi.
- Mendukung evaluasi pengendalian internal
Pola transaksi tertentu dapat menunjukkan kelemahan proses atau pengendalian. Contohnya adalah jurnal yang diposting setelah jam kerja, transaksi tepat di bawah batas persetujuan, penggunaan akun suspense yang berulang, serta perubahan data vendor sebelum pembayaran dilakukan.
Temuan tersebut belum tentu membuktikan adanya kesalahan atau fraud. Namun, temuan dapat menjadi indikator untuk melakukan pengujian dan pemeriksaan lebih lanjut.
- Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan
Keputusan yang hanya berdasarkan angka agregat berisiko menyelesaikan gejala, bukan akar masalah. Diagnostic analytics membantu manajemen memahami faktor yang paling berpengaruh sehingga tindakan perbaikan dapat diarahkan secara lebih tepat.
