Penerapan professional skepticism di era Big Data masa kini memberikan berbagai manfaat tersendiri bagi dunia accounting, antara lainnya:
- Meningkatkan Kualitas Pengambilan Keputusan
Keputusan yang didasarkan pada data yang telah diverifikasi cenderung lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Mengurangi Risiko Kesalahan Data
Sikap skeptis membantu organisasi menemukan data yang tidak lengkap, duplikat, inkonsisten, atau tidak relevan.
- Meningkatkan Deteksi Fraud
Dengan selalu mempertanyakan transaksi yang tidak biasa, profesional accounting lebih mudah mengidentifikasi indikasi fraud.
- Memperkuat Tata Kelola Data
Professional skepticism mendorong organisasi untuk memperbaiki proses data governance, data quality, dan kontrol internal.
- Mendukung Keandalan Big Data Analytics
Big Data menjadi lebih bernilai ketika hasil analisisnya diuji melalui penilaian profesional yang independen dan kritis.
Big Data telah mengubah wajah accounting modern. Akuntan kini memiliki akses terhadap data yang jauh lebih banyak, lebih cepat, dan lebih beragam dibandingkan sebelumnya. Teknologi seperti Big Data Analytics, Machine Learning, dan Artificial Intelligence menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas analisis dan pengambilan keputusan.
Namun, kemajuan teknologi tidak menghilangkan kebutuhan akan professional skepticism. Justru ketika data dan teknologi semakin kompleks, sikap kritis, objektif, dan selalu mempertanyakan menjadi semakin penting. Profesional accounting tidak boleh hanya mengandalkan dashboard, algoritma, atau output sistem tanpa memahami bagaimana data tersebut diperoleh dan diproses.
Referensi:
- Foundation for Auditing Research. Involvement in the Development of Data Analytics and Auditors’ Application of Professional Skepticism.
- Nature Humanities & Social Sciences Communications. Utilizing Big Data Analytics in the Selection and Testing of Journal Entries.
