Loading
Loading...
Menu BINUS

Transformasi Digital di Perbankan: Analisis Studi Kasus CITI Group Sebagai Pioneer Dalam Meningkatkan Nilai Tambah Bagi Pemangku Kepentingan

Sebagai salah satu perbankan internasional yang telah mengalami dampak dari kemajuan transformasi digital, seperti hadirnya Artificial Intelligence serta Advance Data Analytics, Citigroup berkembang dengan mengimplementasikan berbagai teknologi dalam proses transformasi digitalnya. Hal ini dapat terlihat dari investasi besar yang dilakukan Citigroup pada digital channels untuk mengubah cara klien berinteraksi dengan bank sehingga meningkatkan pengalaman mereka secara keseluruhan. Dalam transformasi tersebut, Citigroup menggunakan human-centered design agar sistem lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan klien, serta menerapkan agile mindset supaya pengembangan produk lebih cepat dan fleksibel.

Selain itu, Citigroup juga memakai teknologi microservices dan pendekatan API-first dalam pengembangan sistem perbankan sehingga sistem bisa diperbarui dengan cepat dan terintegrasi langsung dengan platform klien seperti sistem akuntansi, Treasury Management Systems, dan ERP. Teknologi yang dikembangkan juga memungkinkan pengalaman yang dipersonalisasi berdasarkan peran pengguna sehingga meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing yang secara keseluruhan mendukung perkembangan bisnisnya.

Secara keseluruhan, teknologi tersebut membuat klien mendapatkan layanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan efisien. Karyawan dapat bekerja lebih mudah dan agile dalam mengembangkan sistem, dan bank juga menjadi lebih fleksibel, inovatif, dan kompetitif sehingga meningkatkan nilai bisnis secara keseluruhan karena layanan lebih relevan dengan kebutuhan pasar.

Sebelumnya, pengalaman perbankan digital untuk klien korporat menengah merasa kecewa dan kurang dapat investasi. Lalu, solusinya itu biasanya tidak melibatkan klien pada tahap awalnya, sehingga sistemnya itu kaku. Akibatnya, klien merasa platform mereka itu sudah ketinggalan zaman karena alur kerjanya terlalu kompleks. Teknologi telah menjadi bagian internal dari kehidupan sehari-hari, sehingga klein mengharapkan untuk mendapat platform yang mudah untuk diadaptasi dan digunakan.

Citi Commercial Bank berfokus pada penyelesaian tantangan klien pada tepat waktu dan terarah untuk klien korporasi kecil hingga menengah. Contohnya adalah aplikasi mobile banking. Transformasi ini melibatkan pergeseran dari fokus teknologi tradisional menuju Product Mindset dan Agile Mindset. Alih-alih bekerja secara terpisah dalam proyek jangka panjang, Citi Commercial Bank kini diorganisir menjadi tim-tim yang lebih kecil dan gesit yang dibentuk untuk menangani kebutuhan pengguna tertentu. Tim-tim ini dapat merespons lebih cepat sehingga solusi mencerminkan prioritas langsung klien.

Langkah-langkah solusi terdapat, yaitu kita harus mengetahui kebutuhan klien sebelum merancang fungsionalitas. Lalu, kita bisa menciptakan tampilan yang berbeda-beda agar relevan dengan tugas masing-masing. CCB ini berbentuk tim kecil yang dapat merespon klien dengan cepat dan melakukan pengujian untuk meminimalkan kegagalan produk.

Gap antara manusia dan teknologi itu cukup tinggi dimana teknologi terus berkembang dengan lebih cepat sedangkan manusia terus beradaptasi mengikuti perkembangan AI tersebut. Perusahaan perbankan dulunya menerapkan solusi yang kurang ter-update pada setiap tindakan yang mereka lakukan dan lambat untuk beradaptasi dengan dunia luar sehingga mempengaruhi pengambilan keputusan yang kurang tepat. Citi dalam industri perbankan mengatasi gap ini dengan menyesuaikan teknologi agar selaras dengan cara berpikir manusia dengan menggunakan AI. Salah satu sistem yang mereka buat adalah Human-Centered Design dimana dalam membuat ini mereka harus memastikan tim memiliki mindset yang agile. Dengan beralih ke mindset produk daripada fokus tradisional pada pengembangan dan implementasi teknologi yang sebelumnya mengarahkan pengembangan solusi, Citi Commercial Bank telah melakukan lompatan besar dalam memastikan bahwa prioritas nyata klien mengarahkan cara solusi berfungsi.

Prinsip-prinsip ini menunjukkan bahwa teknologi lebih berfungsi sebagai peluang untuk kemajuan bisnis dan manusia daripada ancaman apabila dikelola secara bijaksana. Bagi bisnis, teknologi dapat memungkinkan bisnis untuk memudahkan pengguna untuk mengerjakan tugas dan menawarkan solusi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan produktivitas. Selain itu, melalui layanan sistem yang ter-update, layanan seperti contohnya perbankan dapat langsung terhubung ke sistem internal perusahaan seperti ERP yang menciptakan integrasi data sehingga memudahkan perusahaan untuk mengakses data. Bagi kita sebagai manusia, teknologi berfungsi sebagai wadah bagi kita untuk belajar, berkreatif, dan mengubah peran kita menjadi lebih berkembang.

 

REFERENSI

  • Sharda, R., Delen, D., & Turban, E. (2024). Business Intelligence, Analytics, and Data Science – A Managerial Perspective. United States: Pearson.
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.