Di setiap siklus Bitcoin, satu pertanyaan selalu muncul ketika harga mengalami penurunan tajam: apakah bear market merupakan waktu terbaik untuk membeli? Tidak ada jawaban yang pasti karena tidak seorang pun dapat mengetahui titik terendah (market bottom). Namun, berbagai penelitian akademik menunjukkan bahwa bear market justru dapat menjadi periode menarik bagi investor jangka panjang, selama strategi investasi dilakukan secara disiplin dan tetap memperhatikan risiko.
Bear Market Bukan Berarti Akhir dari Bitcoin
Dalam dunia investasi, bear market merupakan kondisi ketika harga aset turun lebih dari 20% dari puncaknya dan sentimen pasar didominasi pesimisme. Bitcoin telah mengalami beberapa bear market besar sejak diluncurkan, tetapi setiap siklus menunjukkan karakteristik yang berbeda.
Penelitian Bružgė dan Šapkauskienė (2024) menemukan bahwa perilaku Bitcoin pada fase bull dan bear tidak bersifat simetris. Dalam jangka pendek, harga Bitcoin dipengaruhi oleh sentimen pasar dan kondisi ekonomi, tetapi dalam jangka panjang pergerakannya lebih dipengaruhi oleh faktor internal seperti siklus halving dan dinamika ekosistem Bitcoin. Temuan ini menunjukkan bahwa volatilitas selama bear market merupakan bagian dari siklus alami Bitcoin, bukan semata-mata tanda bahwa aset tersebut kehilangan prospeknya.
Apakah Bear Market Waktu yang Tepat untuk Membeli?
Jawabannya bergantung pada tujuan investasi.
Bagi investor yang memiliki orientasi jangka panjang, bear market sering dianggap sebagai kesempatan untuk mengakumulasi aset pada harga yang lebih rendah. Namun, penelitian akademik juga mengingatkan bahwa tidak ada jaminan harga akan langsung berbalik naik setelah mengalami penurunan besar. Harga dapat terus melemah sebelum akhirnya memasuki fase pemulihan.
Hal ini diperkuat oleh penelitian Conlon, Corbet, dan McGee (2020) yang menganalisis kinerja Bitcoin selama bear market akibat pandemi COVID-19. Mereka menemukan bahwa Bitcoin tidak berfungsi sebagai safe haven seperti emas. Ketika kepanikan pasar meningkat, harga Bitcoin justru ikut turun bersama pasar saham sehingga investor tetap menghadapi risiko kerugian yang signifikan apabila membeli terlalu agresif pada satu titik waktu.
Strategi yang Lebih Bijak
Karena hampir mustahil menentukan kapan harga mencapai titik terendah, banyak investor memilih menggunakan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu membeli Bitcoin secara bertahap dalam jumlah yang sama pada interval waktu tertentu.
Pendekatan ini membantu mengurangi risiko salah menentukan waktu pembelian (market timing) sekaligus memperoleh harga rata-rata yang lebih stabil selama periode bear market. Strategi tersebut juga lebih sesuai bagi investor yang percaya terhadap prospek Bitcoin dalam jangka panjang dibandingkan melakukan pembelian sekaligus (lump sum) ketika kondisi pasar masih penuh ketidakpastian.
Referensi
- Bružgė, R., & Šapkauskienė, A. (2024). Asymmetries in Bitcoin Bull and Bear Market Phases. SSRN Electronic Journal.
- Conlon, T., Corbet, S., & McGee, R. J. (2020). Safe haven or risky hazard? Bitcoin during the Covid-19 bear market. Finance Research Letters, 35, 101607.
