Loading
Loading...
Menu BINUS

Apakah Investasi Metaverse Masih Menjanjikan di Saat Ini?

Beberapa tahun lalu, metaverse menjadi salah satu topik paling populer di industri teknologi. Perusahaan-perusahaan besar berlomba mengembangkan dunia virtual yang imersif, bahkan banyak yang memprediksi metaverse akan menjadi “internet generasi berikutnya”. Namun, seiring meningkatnya popularitas kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perhatian publik terhadap metaverse mulai menurun. Pertanyaannya, apakah metaverse masih memiliki masa depan yang menjanjikan?

Jawabannya adalah ya, tetapi dengan arah perkembangan yang berbeda dari ekspektasi awal.

Dari Hype Menuju Implementasi Nyata

Gelombang antusiasme terhadap metaverse pada tahun 2021–2022 memang telah mereda. Namun, kondisi tersebut bukan berarti teknologi ini gagal. Sebaliknya, metaverse kini memasuki fase yang lebih realistis, yaitu berfokus pada implementasi yang memberikan nilai tambah bagi industri.

Menurut Saridakis et al. (2024), metaverse memiliki potensi untuk mentransformasi model bisnis internasional melalui kolaborasi virtual, pengalaman pelanggan yang lebih imersif, serta penciptaan ekosistem digital baru. Peneliti menilai bahwa dampak terbesar metaverse justru akan terlihat pada sektor bisnis dibandingkan penggunaan sehari-hari oleh konsumen.

Nilai Bisnis Menjadi Fokus Utama

Saat ini, perusahaan tidak lagi melihat metaverse hanya sebagai dunia virtual untuk hiburan. Fokusnya telah bergeser ke arah penciptaan nilai bisnis (business value creation).

Penelitian Tingelhoff et al. (2024) menunjukkan bahwa organisasi memanfaatkan metaverse untuk meningkatkan kolaborasi tim, pelatihan karyawan, simulasi operasional, pengembangan produk, hingga interaksi pelanggan. Karakteristik seperti lingkungan virtual yang persisten, avatar digital, serta integrasi data secara real-time memungkinkan perusahaan menciptakan proses bisnis yang lebih efisien dan inovatif.

Dengan kata lain, metaverse mulai berkembang sebagai platform produktivitas, bukan sekadar media hiburan.

Tantangan yang Masih Harus Diatasi

Meskipun potensinya besar, pengembangan metaverse masih menghadapi berbagai tantangan.

Tu dan de Castro e Silva (2025) mengidentifikasi beberapa isu utama yang perlu diselesaikan, antara lain:

  • perlindungan privasi pengguna;
  • keamanan siber;
  • interoperabilitas antarplatform;
  • regulasi hukum;
  • tata kelola aset digital; serta
  • konsumsi energi dan dampak lingkungan.

Tanpa penyelesaian terhadap berbagai tantangan tersebut, adopsi metaverse secara luas akan berjalan lebih lambat dibandingkan prediksi awal.

Referensi:

  • Saridakis, G., Khan, Z., Knight, G., Idris, B., Mitra, J., & Khan, H. (2024). A Look into the Future: The Impact of Metaverse on Traditional Theories and Thinking in International Business. Management International Review, 64, 597–632.
  • Tingelhoff, F., Schultheiss, R., Schöbel, S. M., et al. (2024). Qualitative Insights into Organizational Value Creation: Decoding Characteristics of Metaverse Platforms. Information Systems Frontiers.
  • Tu, X., & de Castro e Silva, B. (2025). Are We Ready for the Metaverse? Implications, Legal Landscape, and Recommendations for Responsible Development. Digital Society, 4(9).
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.