Perusahaan maupun institusi lainnya yang bergerak di bidang nirlaba (non-profit) seperti Yayasan, Pendidikan, Rumah Ibadah, dan kegiatan sukarelawan membutuhkan uang untuk memastikan kegiatan operasional dapat terus berjalan lancar. Keuangan sangat penting bagi seluruh pihak, khususnya di sektor Akuntansi yang melakukan sistem pencatatan atas seluruh transaksi yang terjadi (Masuk dan keluar kas) yang kemudian dilakukan analisis evaluasi untuk memastikan bahwa efektivitas dalam mencapai tujuan melalui pemetaan skala risiko dapat tercapai dengan baik melalui efisiensi penggunaan dana secara bijak (Oneshko et al., 2023).

Beberapa terobosan di dunia industry telah menunjukan pergerakan yang semakin cepat dan signifikan dengan kehadiran Artificial Intelligence, data analytics, cloud, dan sistem teknologi modern yang disesuaikan dengan kebutuhan ranah bisnis untuk mengambil keputusan dengan lebih cepat (Oneshko et al., 2023). Namun, kemajuan dunia industry tidak hanya berlaku untuk perusahaan berskala besar yang bertujuan mencari laba, melainkan dampak perubahan tersebut telah mempengaruhi laju operasional berbagai organisasi nirlaba dalam mencapai tujuannya, seperti pembayaran melalui QRis, transaksi online, hingga penggunaan teknologi yang diharapkan mampu menunjang kinerja organisasi dengan lebih baik (Deniswara et al., 2023).

Tetapi, pada organisasi nirlaba yang tidak berorientasi untuk mencari keuntungan, melainkan tertuju pada kegiatan social yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat, organisasi tetap perlu menunjukan kinerja yang dapat dipercaya agar para donator tetap menyalurkan uang mereka dalam mendukung aktivitas yang dijalani. Dalam hal tersebut, peran spiritualitas pada manajemen keuangan berperan penting untuk menjaga para pengelola dana terhindar dari keinginan untuk melakukan kecurangan yang merugikan para pemangku kepentingan. Konotasi Spiritualitas disini bukan mengacu kepada kepercayaan secara spesifik yang mengindikasikan Agama tertentu, melainkan kesadaran dari individu untuk tetap menjaga integritas dan akuntabilitas yang didukung pada kode etik dengan keyakinan bahwa melanggar aturan merupakan tindakan yang salah dan bisa berakibat fatal terhadap performa organisasi, para pemangku kepentingan, keluarga, hingga diri sendiri (Deniswara et al., 2023).

Dalam penelitian Deniswara et al. (2023) mengungkapkan bahwa financial management spirituality merupakan suatu variabel terobosan untuk mengungkapkan bagaimana seseorang dalam memegang keuangan dipengaruhi oleh keinginan dari diri sendiri, khususnya ditengah kemajuan teknologi yang memiliki aksesibilitas lebih terbuka dalam memperoleh informasi, memudahkan seseorang untuk melancarkan kejahatannya dengan mencuri data hingga menghasilkan informasi yang kadaluarsa (Silo Information) yang berdampak pada proses pengambilan keputusan. Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk social ciptaan Tuhan yang selalu berbaur serta menjalani aktivitas dengan selalu menonjolkan kebaikan, sehingga dalam mengelola data, keuangan, dan praktik teknologi, manusia dihindarkan dari potensi perbuatan negatif seperti kecurangan, pencurian uang, penggelapan dana, hingga manipulasi laporan keuangan. Pentingnya kesadaran yang didukung keyakinan Rohani untuk tetap menjaga Marwah dan integritas individu dalam memerangi kejahatan, dimana pengetahuan saja belum tentu memadai untuk membuat seseorang menjaga integritas, dikarenakan dapat menjadi pedang bermata dua yang mengancam institusi sebagaimana disampaikan oleh (Maharani et al., 2025).

REFERENSI

  • Deniswara, K., Prabowo, H., Bandur, A., Swat, A., & Lindawati, L. (2023). An Empirical Study on the Effects of Financial Management Spirituality and Technology Adoption on Church Performance. 13(6), 111–126. https://doi.org/10.33168/JSMS.2023.0607
  • Maharani, S. M., Gartiwa, K. Z., & Mulyawan, A. N. (2025). Enhancing fraud detection based on technology to improve auditor ’ s performance in greater Jakarta area. 9(7), 1166–1175. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i7.8843
  • Oneshko, S., Nazarenko, A., Koval, O., Yaremko, I., & Pysarchuk, O. (2023). ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING IN THE IT SPHERE OF UKRAINE: OPPORTUNITIES OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE. Financial and Credit Activity: Problems of Theory and Practice, 5(52). https://doi.org/10.55643/fcaptp.5.52.2023.4151