Loading
Loading...
Menu BINUS

Scope 3 Emissions: Tantangan Terbesar dalam Pengukuran Jejak Karbon Perusahaan

Dalam beberapa tahun terakhir, tuntutan agar perusahaan bersikap jujur dan transparan mengenai jejak karbon mereka tak lagi sekadar imbauan, melainkan sudah menjadi sebuah keharusan. Berbagai regulasi global yang ketat kini memaksa para pelaku bisnis untuk memetakan emisi gas rumah kacanya secara menyeluruh. Namun, tantangan terbesar bagi perusahaan ternyata bukan pada emisi yang langsung dihasilkan dari pabrik (Scope 1) atau dari listrik yang mereka gunakan (Scope 2), melainkan pada sebuah ‘raksasa tersembunyi’ bernama Scope 3. Kategori ini mencakup seluruh polusi karbon tidak langsung di sepanjang rantai nilai perusahaan, mulai dari proses ekstraksi bahan baku oleh pemasok hingga bagaimana produk tersebut digunakan dan dibuang oleh konsumen. Ironisnya, meski sering kali menyumbang 70 hingga 90 persen dari total jejak karbon sebuah bisnis, Scope 3 justru berada di luar kendali langsung perusahaan, menjadikannya kepingan teka-teki paling rumit untuk dipecahkan.

Mengapa mengukur emisi Scope 3 terasa seperti misi yang mustahil? Jawabannya terletak pada kerumitan luar biasa di lapangan. Bayangkan sebuah perusahaan besar yang harus melacak jejak karbon dari ribuan pemasok yang tersebar di berbagai benua, masing-masing dengan standar pencatatan yang berbeda. Situasi ini diperparah oleh inkonsistensi data; sebuah studi bahkan menemukan bahwa laporan emisi banyak perusahaan teknologi meleset jauh, kehilangan hingga separuh dari angka emisi yang sebenarnya karena perbedaan metode pelacakan. Di samping itu, kebiasaan perusahaan mengandalkan estimasi berbasis pengeluaran—yang hanya menebak emisi berdasarkan rata-rata industri—kerap kali gagal mencerminkan realitas. Pendekatan usang ini pada akhirnya membuat perusahaan kebingungan menentukan langkah konkret untuk benar-benar mengurangi polusinya.

Terlepas dari betapa memusingkannya hal ini, menutup mata dari Scope 3 kini membawa risiko yang jauh lebih fatal. Para investor jeli semakin sering menjadikan data Scope 3 sebagai “radar” untuk menilai seberapa rentan sebuah bisnis terhadap ancaman krisis rantai pasok dan regulasi iklim. Apalagi, aturan ketat seperti CSRD di Eropa kini mulai berlaku penuh pada 2026, yang dampaknya pasti akan merambat hingga ke perusahaan-perusahaan di Asia, termasuk Indonesia, yang terhubung dengan pasar global. Oleh karena itu, ini adalah saatnya bagi perusahaan untuk berhenti sekadar membuat laporan dan mulai mengambil aksi nyata. Melalui kolaborasi yang erat dengan para pemasok, penggunaan standar baku, dan pemanfaatan teknologi AI untuk merapikan data, perusahaan tidak hanya bisa menaklukkan kerumitan Scope 3, tetapi juga membuktikan komitmen sejati mereka terhadap kelestarian bumi sekaligus mengamankan keunggulan kompetitif di masa depan.

 

Refrence:

  • Arcadis. (2025). Scope 3 emissions: How companies can move from reporting to real impact. https://www.arcadis.com/en/insights/blog/united-states/katie-eisenbrown/2025/scope-3-emissions-how-companies-can-move-from-reporting-to-real-impact
  • Hettler, L. (2024). Corporate scope 3 carbon emission reporting as an enabler of supply chain decarbonization: A systematic review and comprehensive research agenda. Business Strategy and the Environment, 33(2), 263–282. https://doi.org/10.1002/bse.3486
  • MIT Sloan Management Review. (2024). Scope 3 emissions top supply chain sustainability challenges. https://mitsloan.mit.edu/ideas-made-to-matter/scope-3-emissions-top-supply-chain-sustainability-challenges
  • PwC. (2023). Scope 3 emissions: Four major challenges. https://www.pwc.nl/en/insights-and-publications/themes/sustainability/scope-3-emissions-four-major-challenges.html
  • PwC Global. (2022). Tackling the Scope 3 challenge. https://www.pwc.com/gx/en/issues/esg/scope-three-challenge.html
  • Sönnichsen, S. D., Schleper, M., & Rauer, J. (2021). Harmonizing corporate carbon footprints. Nature Communications, 12, 6149. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8536701/
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.