Profesi akuntansi tidak hanya dituntut untuk berkontribusi pada pelaporan keberlanjutan, tetapi juga memastikan keberlanjutan profesi itu sendiri. Dalam hal ini, Indonesia mengadopsi pendekatan strategis untuk memperluas akses sekaligus menjaga kualitas dan integritas profesi. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan akan transparansi serta akuntabilitas, penguatan profesi akuntansi menjadi semakin krusial. Prinsip Opening Doors dari IFAC menjadi salah satu landasan penting dalam upaya ini, yang diimplementasikan melalui kebijakan nasional dan sistem kualifikasi profesional yang inklusif namun tetap ketat.
Melalui Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Indonesia mengintegrasikan prinsip inklusivitas ke dalam jalur kualifikasi Chartered Accountant (CA). Sistem ini memungkinkan individu dari berbagai latar belakang pendidikan untuk memasuki profesi melalui pendekatan berbasis kompetensi, bukan semata-mata berdasarkan gelar akademik. Selain itu, pengakuan atas pengalaman kerja sebelumnya serta mekanisme pembebasan (exemption) yang terstruktur memastikan bahwa fleksibilitas akses tidak mengurangi standar profesional. Program beasiswa CA juga berperan penting dalam mengurangi hambatan finansial, sehingga membuka peluang lebih luas bagi talenta dari berbagai daerah.
Untuk menjawab tantangan geografis Indonesia yang luas, IAI memanfaatkan teknologi melalui platform digital seperti IAI Lounge, yang mendukung pembelajaran daring, ujian berbasis komputer, serta layanan administratif jarak jauh. Dengan adanya puluhan pusat ujian di berbagai wilayah, sistem ini memastikan bahwa lokasi tidak lagi menjadi penghalang bagi akses terhadap kualifikasi profesional. Selain itu, jalur karier yang fleksibel dengan adanya sertifikasi antara seperti Business Finance Associate (BFA) memungkinkan individu untuk berkembang secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Di sisi lain, penguatan kompetensi tetap menjadi prioritas utama. IAI mengembangkan program CA Competency Mastery sebagai upaya meningkatkan kemampuan analitis, pemahaman standar akuntansi, serta penerapan professional judgment dalam situasi kompleks. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis, di mana akuntan tidak hanya berperan sebagai penyusun laporan, tetapi juga sebagai penasihat strategis dalam pengambilan keputusan organisasi. Pendekatan berbasis praktik yang diterapkan dalam program ini memastikan relevansi antara pembelajaran dan tantangan nyata di lapangan.
Secara keseluruhan, pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa perluasan akses dan peningkatan kualitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Dengan mengombinasikan sistem kualifikasi yang inklusif, pengembangan kompetensi berkelanjutan, serta pemanfaatan
teknologi, profesi akuntansi dapat tetap relevan, adaptif, dan terpercaya. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat profesi di tingkat nasional, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi pengembangan profesi akuntansi secara global di tengah perubahan ekonomi dan teknologi yang terus berlangsung.
Referensi:
- IAI. (2026, March 25). Expanding Access and Strengthening Competence: Indonesia’s Approach to Building a Sustainable Accounting Profession. https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/expanding_access_and_strengthening_competence_indonesias_approach_to_building_a_sustainable_accounting_profession
