TaxGPT: The New Tax Consultant?
Peraturan perpajakan terus berubah, sehingga berbagai praktisi perlu terus mengikuti berita dan pembaharuan regulasi terbaru. Meskipun begitu demikian pada dunia dan lingkungan yang sangat dinamis, kadang kala akan sulit untuk mengikuti pembaharuan tersebut, terutama bagi masyarakat awam, sehingga mereka mendatangi para konsultan dan praktisi untuk taat pada regulasi yang terbaru. Namun sekarang terdapat alternatif yang lebih murah, contohnya ada seperti ChatGPT. Dengan kemampuan mereka dalam menjelajahi internet dan mencari informasi dan dokumen secara mandiri, maka ChatGPT sendiri dapat mempelajari regulasi terbaru dalam waktu yang relative lebih singkat. Tetapi, mempertimbangkan kemampuan “serba bisa” dari model tersebut, para pengguna kadang mempertanyakan kualitas informasi tersebut. Oleh karena itu muncul sebuah model baru seperti TaxGPT.
Didesain oleh Kashif Ali, co-Founder dan CEO dari TaxGPT, dinyatakan bahwa aplikasi tersebut membaca dokumen-dokumen yang diberikan, menggunakan aplikasi perpajakan seperti manusia biasa, dan menyelesaikan laporan perpajakan dari awal sampai akhir. Terdapat beberapa aplikasi yang telah diintegrasikan dengan TaxGPT tersebut, terdapat Intuit ProConnect, ProSeries, TaxSlayer Pro, Sistem 360, Google Drive, SafeSend, HubSync & ShortPrep, UltraTax, CCH Axcess, Lacerte dan SurePrep. Dengan kemampuan integrasinya yang begitu fleksibel, aplikasi ini dilihat memiliki potensi yang sangat besar dalam membantu pelaporan perpajakan yang lebih mudah.Ali menyampaikan bahwa dibuatnya aplikasi tersebut bukan untuk menggantikan para praktisi, namun fungsi dari TaxGPT tidak hanya mengasistensikan ahli perpajakan, namun juga bekerja sama dengan mereka. Pelaporan yang mungkin bersifat redundan atau mengulang dapat dibantu oleh TaxGPT dan keputusan-keputusan yang benar-benar memerlukan professional decision making dan informed judgment dapat difokuskan lebih baik oleh para praktisi dan ahli pajak.
Munculnya aplikasi seperti ini perlu dilihat keuntungan dan kerugian yang akan dibawakan olehnya. Dilihat dari sisi penggunanya akan ada banyak dari masyarakat yang awam regulasi pajak menggunakan karena tidak mampu membayar biaya yang signifikan untuk konsultan pajak namun sama memiliki kewajiban untuk melapornya. Ini dapat mengurangi selisih dalam pelaporan perpajakan yang akhirnya berdampak kepada pendapatan negara. Meskipun begitu demikian, masyarakat awam tersebut akan lebih mengandalkan kepada model tersebut daripada praktisi aslinya, sehingga mengurangi demand pada ahli pajak tersebut. Kembali lagi memerlukan integrasi antara manusia dan AI untuk menciptakan kolaborasi yang sehat demi proses yang lebih efisien, bukan secara keseluruhan menggantikan komponen atau bahkan prosesnya sepenuh-penuhnya.
Referensi:
- Gaetano, C. (2026, March 27). TaxGPT AI agent aims to complete the whole tax return. Accounting Today. https://www.accountingtoday.com/news/taxgpt-touts-ai-that-automatically-completes-returns-from-start-to-finish
- TaxGPT. (2026, February 3). Your AI Tax Assistant. https://www.taxgpt.com/
- Y Combinator. (2026). TaxGPT: AI Tax Assistant for professionals and businesses. Retrieved March 29, 2026, from https://www.ycombinator.com/companies/taxgpt
Comments :