STEEPLE merupakan singkatan dari Social, Technology, Economic, Ethical, Politic, Legal, and Environmental. Hal tersebut berfungsi sebagai kerangka kerja untuk analisis secara mendalam terkait factor-faktor eksternal makro yang kemungkinan dapat mempengaruhi suatu bisnis. Selain itu, hal tersebut juga sangat sering digunakan oleh banyak Perusahaan.

Berikut contoh STEEPLE apabila diaplikasikan ke suatu Perusahaan:

1. Sosial lebih berfokus kepada arah value dan attitude, jadi banyak menyangkut moral dan etika sekumpulan Masyarakat yang lebih bermoral dan sedang “marak” di sebuah komunitas, misalnya terjadi suatu trend sosial, seperti meningkatnya rata” umur, kesetaraan gender, larangan atas animal abuse, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut pasti akan memengaruhi lingkungan bisnis.

2. Teknologi berfokus pada perubahan teknologi yang sangat pesat dan mengubah cara suatu perusahaan beroperasi, mulai dari pemasaran, produksi hingga cara mereka berorganisasi. Contohnya, pekerja pabrik diganti dengan robot, karyawan dapat kerja secara work from home (WFH) karena dapat berkomunikasi lewat laptop/hp, penjualan juga bisa menggunakan olshop (online shop), dan lain sebagainya.

3. Ekonomi berfokus pada faktor ekonomi seperti inflasi, kenaikan suku bunga, nilai mata uang, serta pertumbuhan ekonomi semuanya mempengaruhi cara suatu perusahaan bekerja. Misalkan ketika terjadi resesi, suatu perusahaan harus menyesuaikan apa yang perlu dilakukan sebagai strategi, seperti menekan expense, karena pengeluaran Masyarakat sedang kecil, dan lain sebagainya.

4. Ekologi yang mana dengan semakin tingginya “awareness” masyarakat terhadap pentingnya lingkungan/global warning, maka semakin suatu perusahaan menjadi terpressure untuk membuat bisnis yang lebih sustainable, walaupun hal tersebut lebih mahal, konsumen lebih terdorong untuk mendukung bisnis yang bersih dan bahkan bisa mendapat modal dari pemerintah serta investor yang ingin memperbaiki image-nya.

5. Politik berfokus pada faktor politik yang terdiri dari berbagai aspek seperti kebijakan publik, aturan perdagangan dan perpajakan, dinamika politik secara umum, pergantian

kepemimpinan, ketentuan regulasi, serta perkembangan tren politik. Seluruh elemen ini berhubungan dengan peran pemerintah maupun lembaga internasional dalam memengaruhi lingkungan bisnis pada tingkat makro melalui kebijakan dan peraturan yang diterapkan. Dalam praktiknya, faktor politik juga kerap menimbulkan efek lanjutan terhadap aspek lain, misalnya faktor hukum.

6. Legal (Hukum) merupakan peraturan dimana perusahaan tersebut beroperasi (pemerintah setempat) pasti sangat berpengaruh terhadap kondisi dan cara pengoperasian perusahaan tersebut. contohnya: peraturan pajak, standar keamanan produk, pencegahan Perusahaan besar melakukan kolusi utk menaikkan/memanipulasi harga.

7. Etika, yaitu setiap perusahaan memiliki kewajiban yang harus dipenuhi bagi karyawannya, seperti pemberian tempat kerja yang layak, keamanan dan kualitas produknya, kejujuran, serta kepedulian bagi masyarakat lokal. Jika hal-hal tersebut tidak dipenuhi, misalnya terjadi skandal seperti “workplace harassment”, maka hal tersebut akan tercermin buruk pada perusahaan tersebut karena tidak bisa menjaga lingkungan perusahaannya sendiri.

 

Reference

  • BusinessEssay. (2025, March 31). STEEPLE Analysis Example Essays. https://business-essay.com/analyses/steeple-analysis-research-paper-examples/
  • George, C. (2024, November 29). What is a steeple analysis? understanding its elements and how to create one. Creately. https://creately.com/guides/steeple-analysis/
  • Makos, J. (2024, May 21). What is steeple analysis (VS pestle analysis). PESTLE Analysis. https://pestleanalysis.com/steep-and-steeple-analysis/