Untuk memastikan sistem tatanan di dunia dapat berjalan dengan baik diperlukan sebuah aturan yang menjadi regulasi untuk mengarahkan para individu maupun organisasi agar tidak menyimpang saat menjalani kegiatan yang berdampak pada kerugian pihak lain. Aturan berperan penting untuk memastikan bahwa semua terkendali dan menjadi landasan untuk menentukan tindakan manusia kedepan. Setiap organisasi, individu, maupun secara global tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai bersama dan dalam langkah untuk menggapai tujuan tersebut dibutuhkan sebuah acuan yang menjadi landasan dalam menentukan manusia saat bertindak sesuai dengan aturan, standar, maupun hukum yang berlaku.
Standar, aturan, maupun kebijakan memiliki peranan penting untuk menunjukan bahwa manusia telah menjalani kegiatan yang teratur, dimana perusahaan untuk menjaga nama baik dengan fokus pada peningkatan kinerja performa bisnis tentu membutuhkan pegangan bagi para pengguna dalam mengambil keputusan terkait dengan penilaian pada performa bisnis. Setiap tindakan, setiap keputusan berdasarkan pada angka yang tertera pada sebuah laporan yang dikenal sebagai laporan keuangan yang menggambarkan arus transaksi keuangan yang meliputi pengeluaran dan penerimaan keuangan serta pendanaan maupun penerimaan investasi yang dilakukan oleh investor. Dalam kegiatannya, penting bagi Akuntan selaku pembuat laporan keuangan memastikan angka yang diinput terbebas dari unsur kecurangan dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku yang dikenal SAK. Selain itu, dari setiap angka yang tersaji tidak menggambarkan pengorbanan yang dihasilkan seperti perusakan lingkungan, pengerukan sumber daya alam secara sembarang, hingga menurunkan sanitasi air bersih yang berdampak pada penurunan kesehatan masyarakat.
Maka, dikembangkanlah beberapa aturan yang menjadi acuan bagi para pengelola maupun pengguna dalam menjalani aktivitasnya seturut dengan regulasi yang berlaku dengan memahami perbedaan sebagai berikut.
| Keuntungan | Kerugian | |
| Kebijakan | 1. Penjelasan yang simple dengan menggambarkan harapan dari perilaku yang diharapkan.
2. Pernyataan yang luas dengan mengizinkan pengambilan keputusan yang dapat diimplementasikan. |
1. Penjelasan yang kurang detail / spesifik terkait dengan otoritas yang dibutuhkan untuk membawa perubahan.
2. Berpotensi menghasilkan dampak yang berbeda dari yang diharapkan. |
| Pedoman | 1. Penjelasan yang lebih jelas terkait dengan tata cara implementasi sesuatu yang sejalan dengan kebijakan.
2. Mendukung pertumbuhan inovasi untuk mendukung kebijakan yang disusun. |
1. Tanpa adanya otoritas yang jelas membuat pedoman menjadi tidak dilihat oleh para pengguna.
2. Pedoman masih berisi informasi yang ambigu terkait dengan keterbatasan pada pengguna untuk menghasilkan kinerja yang efektif. |
| Regulasi | 1. Mengidentifikasi secara jelas apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak.
2. Mendukung perilaku yang sejalan dengan aturan kebijakan. 3. Menciptakan timeline yang jelas terkait dengan kepatuhan yang sejalan pada kebijakan. |
1. Mengarahkan pada penggunaan beban yang berlebih untuk menyesuaikan pada kepatuhan yang berlaku.
2. Dapat mendiskriminasikan beberapa pihak apabila salah komunikasi atau penyampaian. 3. Kepatuhan yang berpotensi membatasi inovasi. |
