Data Storage and Warehousing: The New Era of Databases
Dengan awal di mana masing-masing divisi memiliki penyimpanan data masing-masing, menyebabkan berbagai macam kendala meskipun telah membantu menyederhanakan penyimpanan dan pengarsipan berkas. Ketika suatu unit tertentu memiliki data yang ternyata dimiliki oleh unit lainnya, tidak diketahui bahwa sudah ada data tersebut karena tidak dapat melihat ke pengarsipan data unit lainnya. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya integrasi antar unit dalam konteks data dan berkas. Oleh karena itu, seringkali terjadinya data yang mengulang meskipun bisa digabungkan menjadi satu. Pada saat itu, penyimpanan masih sangatlah berharga, di mana pada masa ini pada tangan kita sudah ada penyimpanan sebesar 256 GB atau bahkan sampai 1 TB. Dibandingkan dengan masa itu di mana hanya 16 byte saja sudah sangat berharga dan bisa menyimpan banyak hal.
Dikarenakan kendala di atas tersebut, maka beberapa File-Based System tersebut digabungkan menjadi satu Kumpulan di mana semua unit dapat mengaksesnya secara konsekutif. Dinamakan sebagai Database. Menyimpan semua data dalam Perusahaan, guna dari database tersebut adalah untuk mengelola dan menyimpan data yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan berbagai alternatif, berbagai unit dapat mengakses secara langsung tanpa perlu mengajukan permintaan dari unit-unit lainnya. Solusi seperti ini menyingkatkan komunikasi dan penyampaian data yang kemudian membuat berbagai jenis proses dan prosedur menjadi jauh lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Di mana untuk meminta data perlu menunggu beberapa hari kerja menunggu balasan dari pemilik data, sekarang cukup mengakses terminal dan mencari data-data yang diperlukan. Oleh karena itu, sekarang data menjadi memiliki sebuah pusat dan dapat dikelola semua data sekaligus.
Dengan berbagai keuntungan yang dmiliki oleh penggunaan database, datang juga dengan beberapa tantangan dalam mengimplementasikannya. Untuk perusahaan yang skala menengah sampai ke atas, maka akan memiliki lebih banyak dana dan modal untuk mengimplementasikan database tersebut, sedangkan untuk para UMKM ini akan masih termasuk hal yang cukup berat karena implementasi database pada awal memerlukan modal yang relatif lebih besar. Mempertimbangkan juga sistem dari perusahaan dan ukuran dari perusahaan, maka desain dari database tersebut juga bisa menjadi kompleks dan rumit, mempertimbangkan koordinasi antar divisi.
Referensi:
- Connolly, T. M., & Beg, C. E. (2015). Database systems: A Practical Approach to Design, Implementation, and Management. Addison-Wesley.
- Fishman, N., & Stryker, C. (2020). Smarter data science: Succeeding with Enterprise-Grade Data and AI Projects. John Wiley & Sons.
- Gillenson, M. L. (2023). Fundamentals of Database Management Systems. John Wiley & Sons.
Comments :