Survei PwC 2025 Global Investor Survey menunjukkan bahwa sektor teknologi dipandang sebagai motor utama pertumbuhan investasi global dalam tiga tahun ke depan. Sebanyak 61% investor menyebut teknologi sebagai sektor yang paling menarik untuk investasi, jauh melampaui sektor lain seperti manajemen aset dan kekayaan, energi dan utilitas, serta perbankan dan pasar modal. Temuan ini mencerminkan keyakinan kuat investor bahwa transformasi teknologi, khususnya adopsi kecerdasan buatan (AI), menjadi penentu utama daya saing dan pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Optimisme investor terhadap teknologi juga tercermin dari dorongan peningkatan belanja modal. Sebanyak 92% investor menyerukan agar perusahaan meningkatkan alokasi modal untuk transformasi teknologi, sementara 88% menekankan pentingnya investasi di bidang keamanan siber. Investor melaporkan bahwa adopsi AI telah memberikan dampak nyata dalam setahun terakhir, termasuk peningkatan produktivitas, profitabilitas, dan pendapatan pada perusahaan yang mereka investasikan. Tidak mengherankan jika lebih dari tiga perempat responden menyatakan kesiapan untuk meningkatkan investasi pada perusahaan yang menjalankan transformasi AI secara menyeluruh di tingkat organisasi.

Namun, antusiasme tersebut disertai tuntutan yang jelas terhadap transparansi. Kurang dari 40% investor menilai perusahaan telah cukup terbuka dalam mengungkapkan strategi dan kebijakan AI mereka. Investor menginginkan pengungkapan yang lebih komprehensif, terutama terkait strategi inovasi, besaran investasi AI, imbal hasil yang diharapkan, serta penghematan biaya yang dihasilkan. Hal ini menegaskan bahwa bagi investor, AI bukan sekadar alat pertumbuhan, tetapi juga area yang membutuhkan tata kelola, metrik kinerja yang jelas, dan disiplin eksekusi.

Di tengah optimisme terhadap teknologi, ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan masih relatif terbatas. Hanya 28% investor yang memperkirakan adanya perbaikan pertumbuhan global yang moderat hingga signifikan dalam satu tahun ke depan. Amerika Serikat dipandang sebagai tujuan investasi paling menarik, diikuti oleh India dan Tiongkok daratan. Meski demikian, investor juga menilai lanskap risiko semakin kompleks, dengan ancaman siber dan disrupsi teknologi menempati posisi teratas, disusul inflasi, volatilitas makroekonomi, dan konflik geopolitik.

Dalam ketidakpastian tersebut, investor menempatkan ketahanan bisnis dan transparansi sebagai prasyarat utama keberhasilan jangka panjang. Mereka mendukung perusahaan yang berinvestasi pada keamanan siber, kelincahan model bisnis, kepatuhan regulasi, dan ketahanan rantai pasok. Selain itu, perusahaan yang mampu memanfaatkan peluang lintas sektor dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan yang bertahan pada model bisnis konvensional. Pesan investor semakin jelas: transformasi teknologi adalah jalur

utama menuju pertumbuhan, tetapi hanya perusahaan yang mampu mengelolanya secara transparan, bertanggung jawab, dan terukur yang akan memperoleh kepercayaan dan dukungan berkelanjutan dari pasar.

Referensi:

  • PwC. (2025, December 8). Investors overwhelmingly look to technology sector to fuel growth—but expect greater transparency on AI strategies and policies: PwC 2025 Global Investor Survey. https://www.pwc.com/gx/en/news-room/press-releases/2025/pwc-2025-global-investor-survey.html