Saat ini perkembangan teknologi informasi menunjukkan perubahan yang besar dalam praktik audit. Proses audit yang sebelumnya identik dengan kertas kerja manual (working paper) kini telah berubah lebih canggih menjadi system digital, data analytics, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Di tengah perubahan ini, profesi auditor dituntut untuk tidak hanya mampu secara teknis, tetapi juga tetap mengandalkan etika profesi sebagai pedoman.

Etika profesi merupakan sebuah nilai dan prinsip moral yang menjadi pedoman dalam menjalankan sebuah tugas secara profesional. Prinsip-prinsip utama dalam etika profesi auditor yaitu integritas, objektivitas, kompetensi profesional, kerahasiaan, dan perilaku profesional.

Kenapa penerapan etika profesi ini menjadi penting terutama sebagai auditor? Karena etika profesi berperan penting dalam menjaga kepercayaan terhadap hasil audit yang dijalankan. Auditor yang bergantung tinggi pada etika sudah pasti memiliki sikap yang independen, jujur, dan bertanggung jawab dalam mengevaluasi laporan keuangan. Tanpa etika yang kuat, hasil audit berpotensi bias dan tidak dapat diandalkan/dipercaya sekalipun didukung oleh teknologi yang canggih.

Teknologi informasi membantu auditor bekerja lebih cepat dan efisien, terutama dalam mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar dan waktu yang singkat. Pemanfaatan teknologi juga dapat mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan akurasi proses audit. Namun, teknologi pada dasarnya hanya berfungsi sebagai alat pendukung, sementara penilaian dan keputusan audit tetap berada di tangan auditor.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi, auditor juga menghadapi tantangan etika baru, seperti ketergantungan berlebihan pada sistem dan risiko pelanggaran kerahasiaan data. Oleh karena itu, auditor dituntut untuk tetap menggunakan professional judgment dan menjaga skeptisisme profesional dalam setiap tahapan audit.

Pada akhirnya, kualitas audit yang baik dapat terwujud dengan sinergi antara etika profesi auditor dan pemanfaatan teknologi informasi secara tepat. Teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi, sementara etika memastikan bahwa seluruh proses audit dilakukan secara jujur, objektif, dan bertanggung jawab. Di era audit digital, etika profesi bukan semakin berkurang, melainkan justru semakin dibutuhkan.

  • Maharani, A. R., & Novita, N. (2024). ETIKA PROFESI, AUDIT TENURE, DAN TEKNOLOGI INFORMASI BERPERAN PENTING DALAM KUALITAS AUDIT ERA 5.0. Jurnal Aplikasi Akuntansi, 9(1), 230–246. https://doi.org/10.29303/jaa.v9i1.484
  • Desy, & Desy. (2025, September 26). Pahami etika profesi auditor berikut ini agar tidak salah langkah. Mekari Jurnal. https://www.jurnal.id/id/blog/etika-profesi-auditor/