Transformasi digital telah meningkatkan efisiensi bisnis dan pelaporan keuangan dengan kehadiran dari serangkaian software dan integrasi antar department melalui implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) yang meningkatkan proses pengambilan keputusan dengan penerimaan informasi yang real-time dan terhindar dari Silo Information. Namun, kemajuan teknologi turut berpotensi memberikan kerugian yang memperluas permukaan dengan terjadinya serangan (attack surface) yang menjadi ancaman siber (Kurniawan & Mulyawan, 2023).

Sepanjang tahun 2023, Indonesia mencatat 361 juta serangan siber, dengan sektor keuangan menjadi salah satu target utama. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa meskipun regulasi seperti POJK 11/2022 dan SEOJK 29/2022 telah diterapkan, kesadaran keamanan digital di kalangan nasabah dan pegawai masih menjadi titik lemah. Timbulnya celah tersebut sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan sehingga insiden kebocoran data dapat menimbulkan kerugian finansial dan reputasi yang signifikan terhadap para pemangku kepentingan perusahaan (OJK, 2023).

Dampak finansial dari insiden tersebut menimbulkan kerugian yang mengarah pada penurunan performa yang sangat besar. Laporan IBM yang berjudul Cost of a Data Breach pada tahun 2024 mencatat bahwa sektor keuangan menanggung kerugian rata-rata USD 5,57 juta (sekitar Rp86 miliar) per insiden, tertinggi dibandingkan industri lain di Asia Tenggara (Mamduh, 2024). Kasus manipulasi laporan keuangan seperti yang terjadi pada PT Indofarma Tbk yang mengakibatkan kerugian negara Rp371,8 miliar menunjukkan bahwa risiko tidak hanya berasal dari serangan eksternal, tetapi juga dari penyalahgunaan internal yang memanfaatkan lemahnya pengendalian dan tata kelola teknologi (Sandi, 2024).

Untuk menjawab tantangan tersebut, kerangka kerja global terus diperbarui. NIST Cybersecurity Framework (CSF) 2.0 menambahkan fungsi Govern untuk memperkuat tata kelola siber dan manajemen risiko rantai pasok (NIST, 2024). ISO/IEC 27001:2022 beserta Amandemen 1:2024 menekankan pengendalian berbasis risiko, termasuk kriptografi dan keamanan pemasok (ISO, 2022). Di sisi pelaporan, IFRS S1 dan IFRS S2 (2023) menetapkan baseline pengungkapan risiko dan peluang keberlanjutan, yang menuntut integritas data dan pengendalian internal yang kuat (IFRS, 2023). Dalam konteks ini, kombinasi Blockchain dan Artificial Intelligence (AI) menawarkan solusi strategis, yaitu: Blockchain memberikan immutability dan audit trail, sedangkan AI mendukung deteksi anomali dan analitik prediktif. Namun, adopsi teknologi ini juga memunculkan tantangan etika, seperti transparansi algoritma dan perlindungan data, yang harus dikelola sesuai prinsip integritas dan objektivitas dalam Kode Etik IESBA (2023).

Namun, praktik pada pengguna teknologi di perusahaan yang terfokus pada peningkatan keamanan siber, khususnya dalam menjaga integritas pada penyajian laporan keuangan yang menghasilkan informasi relevan dan terpercaya masih perlu ada peningkatan, dimana Asia termasuk kedalam Benua dengan tingkat kewaspadaan pada keamanan siber yang masih rendah, yaitu sebesar 35% (Islam et al., 2018). Oleh karena itu, praktik dalam meningkatkan keamanan siber tidak harus selalu dilaksanakan oleh user yang berlatar belakang IT, melainkan oleh siapapun walau sebagai non-IT seperti Akuntan dalam mengimplementasikan Accounting Software sehari-hari untuk mendukung interpretasi informasi secara otomatis. Dengan kehadiran AI, dapat memberikan level-up yang mengolaborasikan peranan manusia dengan teknologi seperti predictive analytics yang turut memberikan rekomendasi.

REFERENSI

  • IESBA. (2023). 2023 Handbook of the International Code of Ethics for Professional Accountants _ Ethics Board.
  • Islam, M. S., Farah, N., & Stafford, T. F. (2018). Factors associated with security/cybersecurity audit by internal audit function: An international study. Managerial Auditing Journal. https://doi.org/10.1108/MAJ-07-2017-1595
  • Kurniawan, Y., & Mulyawan, A. N. (2023). The Role of External Auditors in Improving Cybersecurity of the Companies through Internal Control in Financial Reporting. Journal of System and Management Sciences. https://doi.org/10.33168/JSMS.2023.0126
  • Mamduh, M. (2024). Kerugian Akibat Kebocoran Data Sektor Keuangan Capai Rp68 Miliar. https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/8KyZnZrN-kerugian-akibat-kebocoran-data-sektor-keuangan-capai-rp68-miliar
  • OJK. (2023). Pedoman Keamanan Siber Bagi Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan ITSK.
  • Sandi, F. (2024). CNBC Indonesia Market Berita Market. https://www.cnbcindonesia.com/market/20240525104850-17-541028/audit-kap-lapkeu-indofarma-temukan-fraud-kerugian-rp-371-m