Pentingnya Membuat Sitasi dan Referensi
Dalam dunia akademik dan penelitian, sitasi (kutipan) dan referensi bukan sekadar formalitas di akhir tulisan. Keduanya adalah bagian penting yang menunjukkan integritas penulis, memperkuat argumen, dan membantu pembaca menelusuri sumber informasi yang digunakan. Baik saat menulis makalah, skripsi, tesis, laporan riset, maupun artikel ilmiah, kemampuan membuat sitasi dan referensi dengan benar adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki.
Mengapa Sitasi dan Referensi Itu Penting?
Menghargai karya orang lain dan menghindari plagiarisme
Ketika kita menggunakan ide, data, teori, atau kutipan langsung dari buku, jurnal, atau sumber lain, kita perlu menyebutkan asalnya. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap penulis asli sekaligus cara paling aman untuk menghindari plagiarisme. Plagiarisme bukan hanya soal menyalin mentah-mentah, tetapi juga bisa terjadi ketika kita memakai gagasan orang lain tanpa memberi kredit yang jelas.
Memperkuat kredibilitas tulisan
Tulisan yang menyertakan sitasi biasanya lebih meyakinkan karena argumennya tidak berdiri sendiri. Dengan merujuk pada penelitian terdahulu, pembaca melihat bahwa pernyataan yang dibuat punya dasar ilmiah. Ini membuat karya kita terlihat lebih serius, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Memudahkan pembaca melakukan verifikasi dan pendalaman
Referensi yang rapi membantu pembaca menemukan sumber asli untuk mengecek kebenaran informasi, mempelajari metodologi penelitian, atau mendalami topik tertentu. Ini penting terutama dalam tulisan ilmiah, karena ilmu berkembang melalui proses saling merujuk dan membangun pengetahuan dari penelitian sebelumnya.
Menunjukkan kedalaman kajian Pustaka
Daftar referensi juga memberi gambaran kualitas dan keluasan bacaan penulis. Referensi yang relevan, mutakhir, dan berasal dari sumber tepercaya (misalnya jurnal terindeks, buku akademik, atau laporan resmi) menandakan bahwa tulisan dibuat berdasarkan kajian yang kuat, bukan sekadar opini.
Style Sitasi
Salah satu hal yang mungkin sering bikin teman-teman mahasiswa pusing adalah style sitasi dan referensi itu banyak. Setiap bidang ilmu, jurnal, kampus, atau lembaga bisa punya aturan berbeda (Ding et al., 2013). Beberapa contoh style yang paling sering dipakai antara lain:
- APA (American Psychological Association)
Umum dipakai di ilmu sosial, psikologi, pendidikan, dan bidang-bidang yang banyak memakai rujukan penulis-tahun. Ciri khasnya: kutipan di dalam teks biasanya format Nama, Tahun.
- IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)
Sering dipakai di bidang teknik, conference dengan topik berhubungan dengan komputer, dan teknologi. Ciri khasnya: sitasi menggunakan angka dalam kurung siku, misalnya [1], [2], dan nomor urut bukan sesuai abjad, tetapi sesuai kemunculan terlebih dahulu di teks (Tur et al., 2020).
- Vancouver
Banyak digunakan di bidang kesehatan dan kedokteran. Mirip dengan IEEE karena berbasis angka, tetapi aturan detail penulisan daftar pustakanya bisa berbeda (misalnya format nama penulis, singkatan jurnal, dan urutan elemen bibliografi).
Karena banyaknya gaya, langkah pertama yang paling aman adalah: cek panduan (template kampus, pedoman jurnal, template conference atau instruksi dosen/pembimbing). Jangan sampai isi tulisan sudah bagus, tapi ditolak (desk rejection) karena format referensi berantakan.
References
- Ding, Y., Liu, X., Guo, C., & Cronin, B. (2013). The Distribution of References Across Texts: Some Implications for Citation Analysis. Journal of Informetrics, 1–18.
- Tur, O., Tur, A., Shabunina, V., & Chernaia, E. (2020). The IEEE Style: Peculiarities of the Format and Application Prospects. 2020 IEEE Problems of Automated Electrodrive. Theory and Practice (PAEP), 1–4. https://doi.org/10.1109/PAEP49887.2020.9240790
Comments :