Dalam menulis karya ilmiah seperti skripsi, artikel jurnal maupun konferensi, penting untuk kita mencantumkan sitasi dan referensi. Kabar baiknya, kita tidak harus mengerjakan semuanya manual. Sekarang ada berbagai software yang membantu mengelola referensi dan membuat sitasi otomatis. Salah satu yang paling populer adalah Mendeley. Mendeley sebagai software sitasi mempunyai banyak keuntungan yang dapat membuat peneliti atau penulis hemat waktu dan tenaga dibadingkan menulis sendiri sitasi secara manual (Pramiastuti et al., 2020).

Dengan Mendeley, kita bisa:

  • menyimpan dan mengorganisasi file PDF jurnal/buku,
  • menambahkan metadata (judul, penulis, tahun, dll.),
  • melakukan sitasi langsung di Microsoft Word atau LibreOffice,
  • memilih gaya sitasi (APA, IEEE, Vancouver, dan banyak lainnya) hanya dengan beberapa klik,
  • memperbarui format sitasi dan daftar pustaka secara otomatis saat style diganti.

Namun software Mendeley juga mempunyai kelemahan, antara lain:

  • Batasan penyimpanan akun gratis
    Paket gratis Mendeley memiliki batasan 2GB. Jika Anda memiliki banyak PDF/jurnal, penyimpanan dapat cepat penuh dan Anda perlu meningkatkan paket.
  • Kompatibilitas Word
    Mendeley Cite secara resmi kompatibel dengan Word 2016 dan versi yang lebih baru / Microsoft 365 (termasuk Word web/iPad). Jika Word pengguna adalah versi yang lebih lama, pengguna biasanya akan diarahkan untuk menggunakan plugin Mendeley Desktop.
  • Ketergantungan ekosistem cloud
    Referensi di Mendeley pada dasarnya disimpan dan disinkronkan melalui cloud; sinkronisasi terjadi secara otomatis saat online. Artinya jika tidak ada koneksi internet maka tidak bisa digunakan untuk sinkronisasi.

Intinya, software seperti Mendeley membantu mengurangi kesalahan format, mempercepat proses penulisan, dan membuat daftar pustaka lebih rapi serta konsisten. Selain Mendeley, ada juga alternatif lain seperti Zotero atau EndNote, tetapi prinsipnya sama: memudahkan pengelolaan referensi.

Sitasi dan referensi adalah  hal pending dalam karya ilmiah: melindungi kita dari plagiarisme, meningkatkan kredibilitas, memudahkan pembaca menelusuri sumber, dan menunjukkan kualitas kajian pustaka (Kosasi, 2019). Walaupun gaya sitasi beragam, yaitu seperti: IEEE, APA, dan Vancouver, kuncinya adalah konsisten mengikuti pedoman yang diminta. Agar lebih praktis dan minim kesalahan, kita juga bisa memanfaatkan software manajemen referensi seperti Mendeley. Dengan kebiasaan sitasi yang benar sejak awal, proses menulis akan lebih rapi, efisien, dan profesional.

Referensi:

  • Kosasi, S. (2019). Pemanfaatan Aplikasi Mendeley desktop Mengelola Referensi Publikasi Karya Ilmiah Mahasiswa. Seminar Nasional Pengabdian Pada Masyarakat 2019, 64–74.
  • Pramiastuti, O., Rejeki, D. S., & Pratiwi, A. (2020). Pengenalan Dan Pelatihan Sitasi Karya Ilmiah Menggunakan Aplikasi Mendeley. 1(1), 24–30.