Pada tanggal 21 – 22 Oktober 2025, telah diselenggarakan 7th International Conference on Green Energy and Environment (ICoGEE) 2025 yang dilakukan secara hybrid di Pangkal Pinang. Pada konferensi tersebut, telah dilakukan presentasi mengenai paper Tourism System Sustainability in Labuan Bajo – Manggarai Barat. Pada kesempatan kali ini, dibahas mengenai peranan dari berbagai pihak untuk bisa membuat Labuan Bajo dan juga bagian Manggarai Barat menjadi lebih hidup dan juga dapat bersaing dengan pariwisata lainnya.

Berbagai hal sudah dilakukan banyak pihak, baik dari pemerintahan maupun juga para pengusaha muda yang ada di Labuan Bajo untuk membuat Labuan Bajo siap di Tengah gempuran wisatawan baik dari local maupun mancanegara. Pemerintah sudah menyediakan sarana dan prasarana bahkan memberdayakan desa wisata sampai kepada banyak pengusaha muda yang berinisiatif untuk memberikan atau mendatangkan pelatihan bagi para pengusaha di Labuan Bajo.

Labuan Bajo menjadi destinasi wisata pilihan saat ini setelah dipublikasikan kepada khalayak internasional pada G20 tahun 2022 dan KTT ASEAN 2023 (Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, 2023). Sejak itu, banyak wisatawan mancanegara termasuk dari China yang datang ke Labuan Bajo untuk liburan. Namun, kendala Bahasa menjadi hal penting yang perlu segera dituntaskan karena karena tidak mengerti bahasa yang digunakan baik dari sisi pengunjung maupun dari tour guide, bisa membuat kesalahan fatal. Beberapa pengunjung mancanegara khususnya dari China yang tidak mengerti bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris ada yang meninggal karena tidak mengerti bahasanya. Oleh karenanya, Bahasa juga penting dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo.

Reference: https://setkab.go.id/promosi-pariwisata-labuan-bajo-dalam-balutan-ktt-ke-42-asean/