Bahaya Limbah Cair dan Peranan Akuntan
Pasti kalian tidak asing dengan istilah goods karena pasti hanya produk yang bisa dinikmati oleh konsumen. Jika ada goods, maka pasti ada bads. Bads adalah limbah atau waste yang ada di dalam sebuah usaha. Limbah yang kita ketahui pasti bisa merugikan lingkungan sekitar maupun Masyarakat pada keseluruhan. Kerugian ini mencakup baik dari sisi Kesehatan maupun keuangan Masyarakat. Misalnya, limbah cair yang dibuang begitu saja oleh pabrik tekstil, akan membuat Masyarakat sekitar mencium bau tidak sedap dan juga membuat air tanah menjadi bau. Selain itu, kandungan logam berat akibat warna pakaian juga akan mencemari air tanah dan mengancam Kesehatan Masyarakat.
Sebagai akuntan, tentu kita perlu menghitung biaya bukan hanya dari goods saja, namun juga dari bads yang perlu dihitung sebagai penanggulangan limbah. Sebagai bentuk tanggung jawab Perusahaan, penanggulangan limbah perlu dilakukan karena merugikan banyak pihak. Beberapa penanggulangan limbah menjadi sorotan penting para asosiasi dan ada tuntutan dari asosiasi tersebut kepada perusahaan yang bersangkutan. Misalnya saja, jika berhubungan dengan tekstil, ada beberapa Perusahaan yang berada di pinggir aliran Sungai sehingga dapat membuang limbah hasil dari pewarnaan tersebut ke aliran Sungai. Limbah hasil pewarnaan biasanya mengandung logam berat yang dapat mengganggu Kesehatan manusia (Baihaqi et al., 2024). Penanggulangan limbah harus melibatkan uji laboratorium dan ahli kimia serta dinas Kesehatan terkait.
Penanggulangan limbah ini yang melibatkan banyak pihak dan juga biaya yang dikeluarkan. Biaya tersebut harus dicantumkan di dalam annual report dan juga sustainability report dalam pelaporan aktivitas yang dilakukan. Oleh karenanya, banyak yang membutuhkan integrated reporting untuk menyampaikan hal tersebut kepada stakeholder.
Baihaqi, M. A., Fatah, A. N., & Adi, N. P. (2024). Limbah tekstil berakibat pencemaran sungai di Desa Simbang Wetan Kecamatan Pekalongan Selatan Kota Pekalongan. 3(1), 1–5.
Comments :