Setelah memahami proses seleksinya, kita perlu menyadari bahwa Capital Budgeting bukan sekadar aktivitas administrasi atau hitung-hitungan matematika biasa, melainkan fondasi utama strategi masa depan perusahaan. Mengingat keputusan ini melibatkan dana yang sangat besar dan dampaknya akan dirasakan selama bertahun-tahun, kesalahan dalam penganggaran modal bisa berakibat fatal dan sulit diperbaiki, jika diibarat katakan membangun gedung di atas tanah yang retak. Oleh karena itu, Capital Budgeting dirancang dengan beberapa tujuan spesifik untuk melindungi perusahaan dari kerugian besar sekaligus memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan mampu memperkuat posisi bisnis di pasar.

Maka dari itu tujuan dari capital budgeting diantaranya:

  1. Cost Reduction – memiliki Tujuan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan pada setiap produksi atau usaha yang dilakukan
  2. Expansion – tujuannya untuk melebarkan usaha ke setiap kekurangan yang ada atau di kelemahan yang dimiliki oleh perusahaaan atau bisnis.
  3. Equipment Selection – membantu memilihkan peralatan yang lebih baik dalam proses bisnis/usaha.
  4. Lease or Buy – membantu memilihkan Keputusan apakah sebuah investasi dalam bentuk membeli/menggunakan asset tetap yang akan dijalankan akan bagus menyewa atau membeli.
  5. Replacement – mengganti sebuah asset yang selama ini berjalan dan digunakan, yang dimana replacement sendiri membantu keputusan terkait apakah sebuah asset harus/perlu untuk diganti atau masih dapat digunakan dengan konsekuensi diperbaiki.

Pada intinya, penetapan tujuan dalam Capital Budgeting bukan hanya berfungsi sebagai ‘rem’ untuk mencegah pemborosan, tetapi juga sebagai ‘setir’ yang mengarahkan perusahaan ke peluang yang paling menjanjikan. Dengan berpegang pada tujuan-tujuan tersebut, perusahaan dapat mengubah ketidakpastian masa depan menjadi risiko yang terukur, memastikan bahwa setiap keputusan besar yang diambil hari ini adalah langkah pasti menuju kestabilan finansial dan pertumbuhan bisnis di masa mendatang.