Efek samping dari pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi menggunakan digital, sehingga mampu mendorong kinerja perbankan. Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat membuat mereka semakin memanfaatkan transaksi elektronik. Inilah yang dinamakan dengan cashless society, sebuah fenomena ekonomi di mana masyarakat menggunakan alat pembayaran non-tunai untuk setiap transaksi finansial.

Cashless society adalah konsep ekonomi di mana seluruh transaksi finansial masyarakat berlangsung secara non-tunai. Medium digital menjadi tulang punggung cashless society, yakni melalui internet banking, mobile banking, hingga electronic wallet atau dompet digital. Dengan demikian, cashless society berarti mengurangi dan bahkan menghindari penggunaan alat pembayaran tunai dan fisik seperti uang kertas.

Dampak positif dari tren cashless bagi perekonomian Indonesia:

  1. Transaksi non-tunai dapat meningkatkan kepraktisan, efisiensi, dan kenyamanan transaksi keuangan
  2. Transaksi non-tunai dapat mempercepat perputaran uang dan memungkinkan dana lebih cepat mengalir ke sektor-sektor produktif sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi
  3. Transaksi non-tunai mampu merekam segala bentuk transaksi di dalamnya sehingga perencanaan ekonomi dapat dilakukan secara lebih akurat dan meminimalisir praktik ekonomi terselubung.

Dampak negatif

  1. 1. Risiko terkait keamanan data
    Meski lebih aman jika dibandingkan dengan transaksi secara langsung, transaksi non-tunai memiliki kelemahan dalam database yang rentang peretasan. Kejahatan dalam bentuk pencurian data memungkinkan kerugian bagi pengguna metode pembayaran digital yang tidak berhati-hati.
  2. Ketergantungan terhadap internet
    Pembayaran non-tunai mengharuskan pengguna terkoneksi dengan internet untuk melakukan transaksi. Apabila tidak memiliki kuota internet atau koneksi sedang buruk, momen ini akan menghambat aktivitas pengguna untuk melakukan transaksi.
  3. Penipuan dan pemborosan
    Digitalisasi memungkinkan komunikasi hingga promosi melalui internet. Banyak sekali penawaran menggiurkan berupa promo yang menjadikan pengguna cashless cenderung lebih boros akibat mudahnya dalam bertransaksi. Selain itu, modus penipuan ikut mengintai yang perlunya literasi dan kehati-hatian pengguna.

Tren cashless membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia dengan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan perputaran uang. Namun, tantangan seperti risiko keamanan data, ketergantungan internet, dan perilaku konsumtif perlu diantisipasi. Dengan literasi digital dan sistem keamanan yang baik, manfaat ekonomi dari cashless dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Referensi:

  • https://developers.bri.co.id/id/news/wujudkan-cashless-society-di-indonesia-bri-maksimalkan-open-banking-briapi
  • https://fiskal.kemenkeu.go.id/baca/2019/08/01/160700304806245-kepala-bkf-cashless-society-beri-dampak-positif-terhadap-ekonomi
  • https://persmagenera.faperta.unpad.ac.id/digitalisasi-transaksi-cash-ke-cashless-apa-dampaknya