Research Methods: Dasar Dalam Penelitian Kuantitatif
Berbagai jurusan dan bidang memiliki keunikannya masing-masing, tidak hanya mengenai objek yang dipelajari, namun juga pendekatan dan metodologi penelitian yang diaplikasikan. Bidang pemograman yang pada utamanya fokus kepada pembuatan dan perancangan aplikasi, bidang sistem informasi yang menghasilkan desain UI/UX, kemudian bidang psikologi yang menganalisakan kasus atau menilai perilaku seseorsng individu. Dalam konteks bisnis dan akuntansi dapat menggunakan baik pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Untuk kualitatif, peneliti dapat mewawancarakan sampel atau menganalisa penelitian-penelitian sebelumnya. Untuk kuantitatif salah satu metode yang paling umum digunakan adalah regresi.
Regresi merupakan sebuah metode statistika yang umumnya digunakan dalam bidang keuangan, akuntansi, manajemen, dan bidang lainnya yang serupa. Mengambil hubungan antara variabel dependen (y) dengan variabel independen (x), regresi menilai seberapa kuat hubungan antara kedua variabel tersebut. Dalam menghasilkan riset berdasarkan regresi, banyak yang menilai antara berbagai variabel x dengan satu variabel y. Tujuan yang dihasilkan oleh metode tersebut adalah dalam menentukan apakah yang diterima merupakan hipotesis nol atau hipotesis alternatif, sesuai dengan hasil yang diberikan oleh uji regresi tersebut. Sifat regresi serupa dengan uji korelasi Pearson atau Spearman, di mana kedua uji tersebut juga menilai hubungan antara kedua variabel tersebut.
Dalam penelitian menggunakan regresi, maka harus ada yang namanya hipotesis, di mana peneliti menggunakan penelitian-penelitian sebelumnya untuk membuat suatu “tebakan”, apakah hubungan dari dua variabel berupa positif, negatif, signifikan, positif signifikan, atau negatif signifikan. Hubungan yang positif menunjukkan bahwa apabila nilai dari variabel x naik, maka nilai dari variabel y juga naik. Apabila hubungan tersebut dinilai secara negatif, maka jika nilai dari variabel x naik, maka nilai variabel y akan turun. Apabila suatu hubungan dinilai sebagai signifikan, maka perubahan dari suatu variabel akan sangat mempengaruhi nilai dari variabel yang dibandingkan.
Setelah merancang dan menjelaskan hipotesis alternatif yang ditentukan berdasarkan penelitian sebelumnya, maka data perlu diuji terlebih dahulu yang namanya uji asumsi klasik. Pada uji tersebut terdapat lagi 5 uji statistik yang perlu dilakukan, yakni uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, uji normalitas, uji autokorelasi, dan uji linearitas. Data tidak dapat dilaksanakan atau dianalisa dengan uji regresi apabila kelima uji tersebut belum memenuhi syarat yang diperlukan. Apabila kelima uji tersebut tidak menunjukkan hasil yang memenuhi syarat yang dierplukan, maka analisa regresi yang akan dijalankan akan dianggap bias, tidak efisien, tidak dapat diandalkan dan dianggap juga menyesatkan.
References:
- Saunders, M. N. K., Lewis, P., & Thornhill, A. (2023). Research Methods for Business Students (9th ed.) [PDF]. Pearson. https://www.pearson.com/en-gb/subject-catalog/p/research-methods-for-business-students/P200000010080/9781292741581
- Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (19th ed.) [PDF]. Alfabeta. https://digilib.unigres.ac.id/index.php?p=show_detail&id=43
Comments :