Melanjutkan Data dan Survei yang diadakan IDN Times (2024), dilaksanakan pada bulan Mei 2024 dengan masing-masing Milenial dan Gen Z memiliki 750 peserta. Survei tersebut tersebar 12 daerah dengan kisaran pendidikan dari SD sampai ke Sarjana. Untuk Milenial terdapat mayoritas sudah menikah dengan anak setinggi 89%, kemudian untuk Gen Z mayoritas masih lajang setinggi 75%.

Melihat respons para peserta terkait dengan perubahan pada gender roles, milenial cenderung lebih konservatif dibandingkan dengan Gen Z yang lebih progresif. Lebih tinggi sebanyak 3% dan 2% di mana Milenial lebih memilih peran-peran tradisional dengan pria sebagai kepala keluarga dan merasa akan terjadi konflik terkait pergeseran tersebut. Sedangkan perbedaan yang cukup signifikan adalah pada dukungan sepenuh-penuhnya untuk kesetaraan antara pria dengan perempuan, di mana Gen Z lebih cenderung memilih sikap tersebut dengan perbedaan 9% dengan milenial. Namun tidak putus hubungan kekeluargaan yang dirasakan oleh kedua generasi tersebut. 73% merasakan bahwa telah dijaga hubungan yang erat dengan keluarganya dibandingkan dengan 22% dengan hubungan yang biasa saja dan 5% dengan hubungan yang lemah dengan keluarganya.

Dalam konteks membimbing dan membesarkan anaknya, terdapat 4 sikap yang berbeda. 60% Milenial dan 53% Gen Z yang merasakan perlu dibatasi penggunaan teknologi dalam membesarkan anak, diikuti dengan penggunaan aplikasi yang bersifat pendidikan dan budaya untuk 24% Milenial dan 29% Gen Z. Milenial dan Gen Z bersama-sama 9% merasakan perlu dihindari teknologi di bidang pendidikan, dan 7% Milenial dan 8% Gen Z merasakan perlu dibebaskan penggunaan teknologi. Sikap-sikap tersebut diambil dikarenakan para orang tua tersebut merasakan skeptis terhadap konten-konten yang ditakutkan akan mengakibatkan kerusakan terhadap perkembangan anak-anaknya, sehingga dibatasi aksesnya.

Mengarah menuju sikap Gen Z dan Milenial terhadap peran sosial media dalam agama dan spiritualitas. Berdasarkan keuntungan yang dirasakan oleh para Gen Z dan Milenial, 68% merasakan bahwa keyakinan dan agama meningkatkan rasa terima kasih, 64% merasa bahwa diperlukan menjadi bimbingan secara moral dan etis, dan 50% merasakan bahwa kehadiran keyakinan itu ada sebagai tempat mencari kenyamanan. Terdapat beberapa sikap yang dirasakan oleh para pengguna untuk memajukan keyakinan dan kepercayaan. Sikap-sikap tersebut ada seperti meningkatkan toleransi (54%), mempelajari agama (46%), mengerti agama lain (36%), mengikuti tokoh religius (30%), terinspirasi untuk mempelajari lebih banyak (26%), mengajak berdialog secara religious (25%) dan membagi kepercayaan (25%).

Referensi:

  • IDN Times. 2024. “Indonesia Millenial and Gen Z Report 2025: Understanding and Uncovering the Behavior, Challenges, and Opportunities.” IDN Research Institute. IDN Times. https://cdn.idntimes.com/content-documents/indonesia-millennial-genz-report-2025.pdf.