Berdasarkan data dari Statista sebagai analisa terhadap age group pada populasi Indonesia, digunakan data populasi yang terdaftar pada pemilu sebagai pemungut suara. Dengan 204 juta orang terdaftar sebagai pemungut suara, bagian populasi tersebut mewakili 75% dari total populasi Indonesia pada tahun 2024 dengan angka sekitar 281.6 juta orang. Dari data tersebut, age group yang terbesar ada generasi milenial (umur 29-44) dengan 33.6%, diikuti dengan gen X pada 28.07% (umur 45-60) dan kemudian gen Z dengan 22.85% (umur 13-28). Namun mempertimbangkan bahwa data tersebut menunjukkan bagian dari populasi yang dapat mengikuti Pemilu, maka masih terdapat bagian Dari populasi dari umur 13-17) yang belum termasuk, menunjukkan bagian dari populasi yang cukup signifikan.

IDN Times (2024) membuat laporan mengenai perilaku Milenial dan Gen Z di Indonesia pada 2025. Terdapat beberapa perubahan signifikan pada laporan tersebut menunjukkan perkembangan dalam peran jenis kelamin (gender role) di mana yang milenial akan lebih memilih untuk merubah kebiasaan tersebut secara perlahan dibandingkan dengan Gen Z yang menjiwai perubahan tersebut secara proaktif. Begitu juga terhadap manajemen keuangan mereka, di mana milenial akan lebih memilih untuk mengambil lebih banyak side job atau penghasilan lain dibandingkan dengan Gen Z yang akan lebih memilih untuk mencari promosi dan diskon demi mencari kestabilan kondisi keuangan mereka.

Meskipun begitu demikian, terdapat juga beberapa bagian yang dirasakan sama antara Gen Z dengan milenial. Salah satu contoh dari kesamaan tersebut adalah pengertian dan pemahaman mereka terhadap media sosial dan kesehatan mental, di mana kedua generasi tersebut menghadapi tingkat tekanan dan anxiety yang terus meningkat, sehingga memerlukan praktek “detox” secara digital untuk mengendali dan mengurus kehadiran online mereka di atas kesejahteraannya. Selain itu, terdapat tekanan secara ekonomi yang kemudian mendorong mereka untuk lebih terlibat secara politis dalam memperjuangkan keamanan pekerjaan yang lebih baik bersama dengan penghasilan yang lebih adil dan sesuai kualifikasi dan pekerjaan yang diberikan. Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, kedua generasi merasa perlu adanya kerjasama dalam mencapai kestabilan tersebut.

Referensi: