Financial Data Made Easy: Refinitiv Workspace & Excel Add-In Refresher
Hari ini pada hari Jumat, tanggal 7 Maret 2025, Finance Intelligence Lab telah mengundang Ms Gabriela Sutisna dari Refinitiv sebagai Client Success Manager untuk mengajar kembali bagaimana menggunakan Workspace Refinitiv dan juga mempergunakan data yang telah dikumpulkan. Sebagai salah satu database data keuangan yang terbesar, Refinitiv, yang sekarang dikelola sebagai LSEG Data & Analytics, sebelumnya dikelola oleh Thomson Reuters untuk mengandung juga data yang berkaitan dengan keberlanjutan dan makroekonomi. Database lainnya ada seperti Osiris dan Bloomberg yang sebelumnya digunakan oleh Binus.
Dalam mencari data terkait dengan sebuah perusahaan yang spesifik, tidak diperlukan kodenya dalam indeks saham, namun juga bisa mencari nama perusahaan itu secara langsung. Contohnya dalam mencari perusahaan seperti BCA, tidak perlu mengetik BBCA tapi bisa juga langsung diketik “Bank Central Asia” daripada menggunakan kode saham tersebut. Begitu juga untuk indeks lainnya dengan contoh seperti IHSG. Pada database IHSG tidak tertampil sebagai IHSG melainkan JKSE (Jakarta Stock Exchange). Untuk bagian negara, terdapat juga fitur-fitur lainnya yang dapat diakses oleh para user, dengan berbagai data dari data pasar uang, fixed income, dan keuangan syariah sebagai beberapa contoh, sampai ke data makro dan data spesifik perusahaan. Oleh karena itu, Refinitiv merupakan salah satu database keuangan yang besar dan digunakan oleh berbagai pihak, dari perusahaan sampai institusi pendidikan.
Tidak hanya data kuantitatif, namun database tersebut juga terdapat informasi kualitatif pada berbagai bidang. Sebagai contoh, Ms. Gabriela menggunakan contoh artikel yang membahas terkait dengan tarif yang dijatuhkan oleh Trump kepada Meksiko, Kanada, dan Cina sebagai bagian dari perang perdagangan yang sudah terus berlangsung sejak periode pertama beliau sebagai Presiden AS. Di Refinitiv, artikel tersebut tersedia dalam berbagai Bahasa, bahkan tersedia juga dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, dan Bahasa Sunda, sehingga tidak terbatas aksesabilitas dan juga mengurangi tingkat information asymmetry terutama bagi mereka yang tidak memiliki kefasihan yang mencukupi untuk mengolah informasi dari artikel-artikel tersebut.
Dalam penggunaan database keuangan seperti Refinitiv, terdapat banyak contoh dari penelitian yang memang menggunakan database-database tersebut. Contohnya seperti Rahmaniati & Ekawati (2024) yang mengutilisasikan nilai ESG dari Refintiv dalam menganalisa hubungan dari implementasi ESG terhadap performa non-keuangan dari para perusahaan di Indonesia. Berninger et al. (2024) juga membandingkan dari 14,087 artikel database-database apa saja yang digunakan,
Referensi:
- Berninger, M., Kiesel, F., & Schnitzler, J. (2024). Commercial data in financial research. Review of Corporate Finance, 4(3-4), 293-335. https://doi.org/10.1561/114.00000066
- Rahmaniati, N. P. G., & Ekawati, E. (2024). The role of Indonesian regulators on the effectiveness of ESG implementation in improving firms’ non-financial performance. Cogent Business & Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2023.2293302
Comments :