Dalam pertemuan workshop berkaitan dengan implementasi teori Akuntansi dalam perspektif syariah yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu salah satu makalah yang dibahas adalah bagaimana teori perilaku bisa dibahas dalam konteks Akuntansi syariah. Berikut adalah pembahasan dan ulasan berkaitan dengan hal tersebut.

Teori perilaku atau behavioral theory merupakan salah satu teori yang tidak pernah bisa lepas dalam riset atau pembahasan dalam dunia bisnis. Salah satu teori yang terkenal yang berkaitan dengan keperilakuan adalah theory of planned behaviour yang diberikan oleh Icek Ajzen. Hal itu tidaklah mengherankan karena konsep perilaku dalam Akuntansi pada dasarnya tidak terpisah dari beberapa cabang dalam ilmu-ilmu sosial, diantaranya adalah dalam psikologi industri, ilmu sosiologi dan juga ilmu konsep sosial psikologi. Hal ini pada dasarnya sangat sesuai dengan pengertian yang ada berkaitan dengan teori perilaku Akuntansi.

Adapun definisi dari konsep Akuntansi keperilakuan sendiri adalah salah satu subdisiplin dalam dunia Akuntansi yang mencakup aspek bagaimana perilaku manusia dalam kaitannya dengan ekonomi dan juga proses penganbilan Keputusan. Dengan begitu hal yang diangkat dalam masalah ini adalah bagaimana menggabungkan berbagai informasi Akuntansi baik dari pihak akuntan maupun pengguna dan juga pihak auditor dalam rangka proses pengambilan Keputusan dalam bidang ekonomi. Akuntansi keperilakukan diharapkan bisa memberikan panduan dan juga kerangka kerja pada beberapa hal berikut yaitu untuk bisa membantu pengukuran dampak dari proses bisnis kepada perorangan dan juga kinerja perusahaan itu sendiri serta juga melaporkan pendapat yang ada agar sesuai dengan perencanaan kerja strategis dari perusahaan. Selain itu juga konsep ini akan membantu dalam pembuatan kerangka kerja bagaimana perilaku manusia dalam perencanaan dan juga konstruksi serta penggunaan informasi Akuntansi dalam proses bisnis perusahaan.

Yang menarik adalah bagaimana  implementasi dari teori Akuntansi keperilakuan ini dalam kaitannya dalam konsep Akuntansi syariah ? Untuk melihat bagaimana aplikasi dan juga implementasi dari konsep Akuntansi syariah maka perlu dilihat dahulu implementasi dari konsep keperilakuan Akuntansi dari berbagai riset akuntansi. Yang pertama adalah adanya perbedaan dalam pengukuran dalam variable Dimana satu variabel memiliki banyak pengukuran yang berbeda Selain itu juga masih terdapat kelemahan dalam metodologi penelitian yang dipergunakan dalam penggunaan teori Akuntansi keperilakuan dalam kegiatan penelitian. Hal ini bisa menjadi pembuka pintu bahwa perspektif Akuntansi syariah bisa dipergunakan dalam penelitian Akuntansi keperilakuan karena akan memberikan perspektif baru dalam penelitian berkaitan dengan Akuntansi keperilakuan meski untuk itu harus dilakukan usaha untuk memperkecil gap atau kesenjangan antara konsep Akuntansi keperilakuan dan bagaimana implementasinya dalam konteks Akuntansi syariah ( mhy )