Jenis Fraud Menurut Steve Albrecht dalam Buku Fraud Examination
Menurut Steve Albrecht dalam karya ilmiahnya Fraud Examination, kegiatan penipuan secara konvensional diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama yaitu pelaporan keuangan penipuan, penyalahgunaan aset, dan tindakan korupsi (Albrecht et al., 2006). Masing-masing kategori ini memiliki atribut berbeda yang membedakan mereka satu sama lain, menunjukkan berbagai pola, motivasi, pelanggar, dan dampak. Secara singkat ketiga jenis fraud ini akan saya bahas dalam artikel singkat ini:
- Fraudulent Financial Statements (Penyajian Laporan Keuangan yang Menyesatkan)
Bentuk aktivitas penipuan ini secara intrinsik terkait dengan perubahan data yang diartikulasikan dalam laporan keuangan, dengan tujuan membuat laporan lebih menguntungkan daripada keadaan aktual atau menyembunyikan kondisi buruk organisasi (Beasley et al., 1999, Achmad et al., 2022). Perilaku penipuan semacam itu biasanya dilakukan oleh kepemimpinan perusahaan, didorong oleh motivasi yang mencakup mempertahankan harga saham, meningkatkan kepercayaan investor, atau mencapai tolok ukur kinerja tertentu. Sebagai contoh misalnya.
- Manipulasi angka penjualan: Melaporkan penjualan fiktif atau mempercepat pengakuan pendapatan sebelum waktunya.
- Manipulasi beban (expenses): Menunda atau tidak mencatat beban yang seharusnya sudah diakui.
- Penyajian aset fiktif atau overstated: Menggelembungkan nilai aset di atas nilai wajar, misalnya piutang atau persediaan.
- Manipulasi liabilitas: Tidak mencatat kewajiban yang sebenarnya telah terjadi, atau menyajikan liabilitas dengan nilai lebih kecil dari yang seharusnya.
- Asset Misappropriation (Penyalahgunaan Aset)
Fraud jenis kedua adalah asset misappropriation atau penyalahgunaan asset (Mohd et al., 2023, Bakri et al., 2017). Fraud ini umumnya paling sering terjadi dalam organisasi dan biasanya dilakukan oleh pegawai atau pihak internal lainnya. Penyalahgunaan aset mencakup segala bentuk tindakan pencurian atau penggelapan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi. Menurut Albrecht, asset misappropriation dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa bentuk utama, yaitu:
- Pencurian uang kas (Cash Theft):
- Penggelapan Aset Non-kas (Non-cash Misappropriation):
- Manipulasi Rekening Bank:
- Corruption (Korupsi)
Klasifikasi ketiga dari aktivitas penipuan, seperti yang digambarkan oleh Albrecht, berkaitan dengan korupsi. Korupsi didefinisikan sebagai eksploitasi kekuasaan atau otoritas individu dalam suatu organisasi untuk tujuan pengayaan pribadi, yang dapat terwujud dalam bentuk keuangan dan non-keuangan (Gardiner, 2017, Gibbons, 2024, Rose, 2018). Fenomena ini sering melibatkan kolusi antara pemangku kepentingan internal organisasi dan entitas eksternal, seperti pemasok atau vendor, dengan tujuan mengamankan manfaat timbal balik secara ilegal. Menurut Albrecht, bentuk korupsi mencakup:
- Conflict of Interest (konflik kepentingan)
- Bribery (penyuapan)
- Illegal Gratuities (pemberian hadiah ilegal)
- Economic Extortion (pemerasan ekonomi)
Korupsi secara khusus dapat merusak reputasi dan budaya organisasi secara signifikan serta mengurangi kepercayaan publik terhadap organisasi.
References:
- ACHMAD, T., GHOZALI, I. & PAMUNGKAS, I. D. 2022. Hexagon fraud: Detection of fraudulent financial reporting in state-owned enterprises Indonesia. Economies, 10, 13.
- ALBRECHT, W. S., ALBRECHT, C. O., ALBRECHT, C. C. & ZIMBELMAN, M. F. 2006. Fraud examination, Thomson South-Western New York, NY.
- BAKRI, M., HANIM, H., MOHAMED, N. & SAID, J. 2017. Mitigating asset misappropriation through integrity and fraud risk elements: Evidence emerging economies. J. Fin. Crime, 24, 242.
- BEASLEY, M. S., CARCELLO, J. V., HERMANSON, D. R. & COMMISSION, C. O. S. O. O. T. T. 1999. Fraudulent financial reporting: 1987-1997: an analysis of US public companies.
- GARDINER, J. 2017. Defining corruption. Political Corruption. Routledge.
- GIBBONS, K. M. 2024. Toward an attitudinal definition of corruption. Political Corruption. Routledge.
- MOHD, N. A., HASNAN, S., ALI, M. M. & HARYMAWAN, I. 2023. The effect of pressure, opportunity, and rationalisation on asset misappropriation in public organisations: Evidence from emerging markets. Journal of Asian Scientific Research, 13, 178-194.
- ROSE, J. 2018. The meaning of corruption: Testing the coherence and adequacy of corruption definitions. Public Integrity, 20, 220-233.
Comments :