Audit kas bertujuan memastikan saldo kas dalam laporan keuangan telah dicatat dengan akurat dan benar. Kas yang diaudit umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu kas di tangan dan kas di bank.

Audit Kas di Tangan

Prosedur utama dalam audit kas di tangan adalah cash count, yaitu perhitungan fisik uang tunai yang disimpan oleh perusahaan. Auditor mendatangi lokasi penyimpanan kas, seperti brankas atau laci kasir, untuk menghitung jumlah uang tunai secara langsung. Perhitungan ini kemudian dibandingkan dengan saldo yang tercatat dalam buku kas perusahaan. Jika terdapat selisih antara jumlah fisik dan catatan akuntansi, auditor melakukan inquiry dengan pihak terkait serta menelusuri dokumen pendukung, seperti bukti setoran atau penarikan kas. Selain itu, auditor juga mengevaluasi pengendalian internal atas kas, seperti bagaimana perusahaan mengelola penerimaan dan pengeluaran tunai untuk mencegah potensi kecurangan atau kesalahan pencatatan.

Audit Kas di Bank

Kas yang disimpan di bank diaudit dengan konfirmasi bank, yaitu permintaan tertulis kepada bank untuk mengonfirmasi saldo rekening perusahaan. Proses ini lebih mudah dibandingkan konfirmasi piutang karena bank umumnya memiliki sistem pencatatan yang akurat dan responsif terhadap permintaan auditor (Guo et al., 2024). Auditor juga melakukan rekonsiliasi bank, yakni membandingkan saldo kas menurut laporan perusahaan dengan laporan mutasi bank guna mengidentifikasi adanya perbedaan. Perbedaan tersebut bisa disebabkan oleh cek yang belum diuangkan, setoran yang masih dalam proses, atau kesalahan pencatatan. Jika ditemukan ketidaksesuaian yang signifikan, auditor akan meminta klarifikasi dari pihak perusahaan dan memastikan tidak ada indikasi salah saji yang dapat memengaruhi laporan keuangan (Solieri & Hodowanitz, 2016).

Kesimpulannya, audit kas di tangan dilakukan dengan perhitungan fisik dan evaluasi pengendalian internal, sedangkan audit kas di bank melibatkan konfirmasi dengan pihak bank serta rekonsiliasi saldo untuk memastikan kewajaran laporan keuangan.

Referensi:

  • Guo, R., Jia, Y., & Shentu, L. (2024). The effect of audit digital transformation on audit quality: evidence from digital bank confirmations. China Journal of Accounting Studies, 00(00), 1–35. https://doi.org/10.1080/21697213.2024.2442769
  • Solieri, S. A., & Hodowanitz, J. (2016). Electronic Audit Confirmations: Leveraging Technology to Reduce the Risk of Fraud. Journal of Forensic & Investigative Accounting, 8(1), 68–74.