Manfaat Audit Engagement yang Rinci Antara Auditor dan Klien
Audit engagement merupakan tahap awal dalam proses audit yang mencakup kesepakatan antara auditor dan klien mengenai ruang lingkup serta tanggung jawab masing-masing pihak. Kesepakatan ini sangat penting karena menentukan keberhasilan audit dalam memberikan opini yang objektif dan independen. Dalam praktiknya, audit engagement yang rinci akan membantu mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan efisiensi audit, serta memastikan kepatuhan terhadap standar audit yang berlaku (Liu & Xu, 2021).
Komponen Audit Engagement
Audit engagement yang baik harus mencakup beberapa elemen utama, antara lain surat perikatan audit atau engagement letter, pemahaman terhadap entitas yang diaudit, identifikasi risiko dan materialitas, serta peran dan tanggung jawab auditor dan klien. Surat perikatan audit adalah dokumen formal yang menjelaskan tanggung jawab auditor dan klien, termasuk tujuan, ruang lingkup, serta batasan audit. Dokumen ini juga menyediakan kejelasan mengenai biaya audit, jadwal, dan pelaporan hasil audit. Auditor harus memahami bisnis klien, termasuk industri, regulasi, dan risiko yang dihadapi, sehingga dapat menyusun prosedur audit yang sesuai. Selain itu, auditor juga harus mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan material dalam laporan keuangan serta menentukan tingkat materialitas untuk memastikan fokus pada aspek signifikan dalam audit. Auditor bertanggung jawab memberikan opini berdasarkan bukti audit yang diperoleh, sementara klien bertanggung jawab menyediakan data dan informasi yang relevan secara tepat waktu.
Manfaat Audit Engagement yang Rinci
Audit engagement yang jelas dan rinci memberikan berbagai manfaat, antara lain mencegah ketidaksepakatan, meningkatkan efisiensi dan efektivitas audit, meningkatkan kualitas laporan audit, serta memastikan kepatuhan terhadap standar audit. Dengan adanya dokumen tertulis, auditor dan klien memiliki pedoman yang dapat mengurangi potensi konflik (Parker et al., 2021). Dengan ruang lingkup yang jelas, auditor dapat lebih fokus pada prosedur yang relevan dan menghindari pemborosan waktu serta sumber daya. Audit yang terstruktur dengan baik akan menghasilkan laporan yang lebih berkualitas dan sesuai dengan standar profesional. Audit engagement juga membantu memastikan bahwa prosedur yang dijalankan sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) atau standar internasional lainnya seperti ISA (International Standards on Auditing).
Referensi:
- Liu, C., & Xu, C. (2021). The effect of audit engagement partner professional experience on audit quality and audit fees: early evidence from Form AP disclosure. Asian Review of Accounting, 29(2), 128–149. https://doi.org/10.1108/ARA-08-2020-0121
- Parker, L. D., Schmitz, J., & Jacobs, K. (2021). Auditor and auditee engagement with public sector performance audit: An institutional logics perspective. Financial Accountability and Management, 37(2), 142–162. https://doi.org/10.1111/faam.12243
BLH
Comments :