Adanya perkembangan sistem informasi telah mendorong organisasi akan bagaimana mereka mampu mengaktualisasikan diri mereka untuk dapat beradaptasi dan mengadopsi penggunaan teknologi yang dapat membantu tata kelola sebuah organisasi menjadi lebih baik. Dalam rangka meningkatkan kualitas dari organisasi, diperlukan pemahaman secara menyeluruh untuk dapat mengembangkan suatu sistem yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Gambar 1. Metode Pembelajaran Berbasis Sistem Informasi (OECD, 2021)

Melalui pengelolaan manajemen sistem informasi mampu memberikan beberapa manfaat dan dampak secara signifikan terhadap prospek kinerja dari seluruh pihak yang terdiri dari:

  1. Memudahkan pengendalian internal dan pengaturan secara berkala yang bertujuan untuk mengevaluasi seluruh berbagai faktor kemungkinan negatif, sehingga dapat segera menentukan tindakan dengan cepat untuk mengurangi risiko.
  2. Menjadi alat bantu manajemen pada proses penyaluran ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara real-time serta menjadi bentuk transformasi pada berjalannya operasional kegiatan Pendidikan belajar dan mengajar.
  3. Meningkatkan keterbukaan dan kesiapan pelajar sebagai generasi penerus dan seluruh pihak yang bersangkutan untuk dapat menerapkan sistem informasi dengan lebih memadai, sehingga dapat terbentuk pola pemikiran yang kritis dan daya analitik yang lebih baik.
  4. Menciptakan terobosan terbaru yang inovatif untuk mengembangkan branding serta meningkatkan keunggulan dalam berdaya saing, dimana melalui ketangkasan mampu membantu menyusun strategi dengan cepat berdasarkan sistem yang terintegrasi.
  5. Menjadi sarana pembelajaran baru yang mentransformasikan pengaturan sistem Pendidikan, dimana memberikan pengalaman baru bagi pelajar maupun tenaga pendidik untuk menginvestasikan pemikiran dan kemampuan melalui pengoperasian aplikasi berbasis web yang menyediakan berbagai layanan dan kualitas materi.

Dalam penelitian Lee et al. (2017) dunia Pendidikan harus dapat bertransformasi dengan mengembangkan model pembelajaran secara inovatif yang mampu menghantarkan mahasiswa kepada dunia baru yang memperkenalkan mereka kepada keberadaan teknologi dengan baik. Hal ini dapat dibentuk dengan pemrograman sistem informasi yang mendukung manajemen suatu kegiatan agar dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Pembaruan materi bukan hanya berbicara mengenai isi dan konten saja, melainkan bagaimana dapat dihantarkan dengan lebih luas dan memudahkan pelajar dalam memperoleh ilmu, dimana melalui penerapan sistem informasi sebagai kerangka model pembelajaran baru dapat dibentuk melalui:

  1. Blended Learning: Melalui penerapan aplikasi sistem informasi dengan implementasi e-learning, pelajar dapat menggali dan belajar bersama dengan terhubung kepada Gdrive, sehingga saat mengerjakan bank latihan soal mereka dapat berdiskusi dan berlajar bersama untuk menjawab soal tersebut secara efektif. Hal lainnya juga dapat dilakukan dengan pembelajaran berbasis internet, berpotensi memberikan banyak peluang terbuka untuk memperoleh ilmu secara valid apabila pelajar dapat menggunakannya dengan optimal untuk mendukung kebutuhan belajar mereka yang mandiri. Selain itu dapat terbangun melalui penggabungan online dan offline, dimana walaupun dijalankan dengan menggunakan zoom melalui reservasi pada aplikasi berbasis web, pelajar dan tenaga pendidik dapat melaksanakan kegiatan belajar secara fleksibel.
  2. Video-Based Learning (VBL): Dalam rangka meningkatkan proses belajar mandiri agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien, sebuah materi yang baik dan menarik dapat disampaikan melalui video pembelajaran yang dijelaskan secara akurat dan detail.
  3. e-Article: Artikel yang dibuat dan dimasukan kedalam aplikasi berbasis web dapat menjadi bahan bacaan untuk memperkaya ilmu dan meningkatkan kemampuan berpikir serta memperluas wawasan yang tidak hanya membahas mengenai materi pembelajaran saja, melainkan bagaimana sebagai seorang pelajar perlu memiliki kemampuan lain selain hardskill serta mengetahui perkembangan dunia saat ini di era revolusi industri 4.0.
  4. Forum Group Discussion (FGD): Merujuk kepada Kerres & Witt, (2003) yang mengeluarkan teori 3C yang terdiri dari Content Component, Communication Component, dan Constructive Component yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas materi pembelajaran melalui komunikasi yang handal dengan adanya fasilitas yang mendukung sistem pembelajaran berbasis online. Hal tersebut dapat berjalan secara efektif dengan menggunakan metode yang tepat, dimana melalui FGD (Focus Group Discussion) dapat mendorong penalaran dan logika pelajar untuk mampu mengomunikasikannya secara terpola dan terstruktur agar informasi dapat diterima dan dimengerti dengan mudah.

Gambar 2. Kerangka Model Manajemen Pendidikan Berbasis Sistem (Lee et al., 2017)

REFERENSI